Munas Alim Ulama dan Konbes Nahdlatul Ulama

Selamat dan Sukses Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama pada 24-26 November 2017 di Islamic Center Lombok, NTB.

Selamat Hari Santri Nasional

Selamat Hari Santri Nasional 2017. Santri Mandiri, NKRI Hebat. Santri NUsantara.

Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 H

Mari tumbuhkan sikap terpuji dengan meneladani akhlak Nabi.

Revolusi Digital NU

Semoga dengan diluncurkannya layanan digital ini dapat memenuhi kebutuhan umat di era serba digital.

Hari Santri Nasional

Keluarga Besar Pondok Pesantren Nurul Ulum mengucapkan Selamat Hari Santri Nasional. Santri Mandiri, NKRI Hebat.

Jumat, 22 Desember 2017

SEWINDU HAUL GUS DUR: SEMUA DEMI BANGSA DAN NEGARA


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Haul almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) kembali digelar malam ini Jumat (22/12). Puncak acara peringatan meninggalnya Sang Guru Bangsa pada tahun ini, terbilang istimewa karena bertepatan dengan delapan tahun (sewindu) wafatnya presiden ke-4 RI tersebut.

Acara ini akan dihadiri sejumlah tokoh, diantaranya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, KH Mustofa Bisri, serta Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Khofifah Indar Parawansa. Kedua bakal calon gubernur Jawa Timur itu didaulat menyampaikan testimoni.

Puncak peringatan Sewindu Haul Gus Dur akan dilaksanakan di kediaman almarhum di Jalan Warung Silah No. 10, Ciganjur, Jakarta Selatan. Haul kali ini mengambil tema 'Semua Demi Bangsa dan Negara'. Tema tersebut sengaja dipilih sekaligus sebagai bahan refleksi bahwa perspektif dan pilihan politik siapapun boleh saja berbeda, tetapi tetap harus disatukan oleh keinginan membangun bangsa, bukan hanya memenangkan kepentingan pribadi dan golongan saja

"Melodi yang berbeda-beda tetap akan menghasilkan musik yang indah ketika kita bersepakat untuk memainkannya dalam satu harmoni," tutur putri Gus Dur sekaligus Ketua Panitia Sewindu Haul Gus Dur, Zannuba Arifah Chafsoh (Yenny Wahid), dalam keterangan tulis yang diterima Republika.co.id di Jakarta, Jumat (22/12).


Selain diisi pembacaan tahlil dan istighosah, acara haul juga akan dimeriahkan sejumlah selingan. Mulai Queen Marry, grup biola asal Temanggung, Jawa Tengah, hingga grup musik kawakan Bimbo.

Panglima TNI dan Khofifah akan Hadiri Sewindu Haul Gus Dur


Jakarta, CNN Indonesia -- Masyarakat mulai berdatangan ke lokasi haul sewindu almarhum mantan Presiden keempat Indonesia KH Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur yang digelar di Ciganjur, Jakarta Selatan, Jumat (22/12).

Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, rombongan masyarakat yang berasal dari luar kota Jakarta datang dengan menggunakan bus pariwisata. Mereka hadir untuk memperingati Haul yang akan dimulai pukul 18.30 WIB.

Peringatan haul Gus Dur sebenarnya telah diawali sejak pukul 07.00 WIB. Dalam susunan acara yang diterima CNN Indonesia.com, sejak pukul 07.00-16.00 WIB dilakukan Khatmul Quran oleh santri Ciganjur.


Sejumlah polisi dan Barisan Ansor Nahdatul Ulama (Banser NU) juga telah bersiaga untuk mengamankan jalannya acara.

Di lokasi Haul juga tampak sejumlah pedagang makanan dan minuman yang menggelar lapak.

Putri Gus Dur yang juga ketua panitia Sewindu Haul Gus Dur, Zannuba Arifah Chafsoh atau Yenny Wahid mengatakan, haul tahun ini mengangkat tema 'Semua Demi Bangsa dan Negara'.

Menurut Yenny, tema tersebut sengaja dipilih untuk bisa dijadikan sebagai bahan refleksi semua elemen bangsa Indonesia untuk tetap bersatu meskipun berbeda pilihan politik, agama, suku bangsa, maupun ras.

"Namun, kesemuanya tetap harus disatukan oleh keinginan membangun bangsa, bukan hanya memenangkan kepentingan pribadi dan golongannya saja," kata Yenny dalam keterangan tertulis yang diterima CNN Indonesia.com, Jumat (22/12).

Acara sewindu haul Gus Dur tersebut rencananya akan dihadiri oleh sejumlah sahabat Gus Dur serta tokoh nasional.

Sahabat Gus Dur yang dijadwalkan hadir di antaranya KH Mustofa Bisri atau Gus Mus dan Gurutta M. Sanusi Baco.

Yang menarik, dua calon gubernur Jawa Timur yakni Saifullah Yusuf (Gus Ipul) serta Khofifah Indar Parawansa juga dijadwalkan hadir. Bahkan keduanya didapuk untuk menyampaikan testimoni tentang sosok Gus Dur.


Tak hanya itu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dikabarkan juga akan hadir dalam peringatan sewindu haul Gus Dur.

Cetak Masal Terjemah Al-Quran Bahasa Daerah Diserahkan ke Pemda


Jakarta (Kemenag) --- Kementerian Agama telah menyelesaikan penyusunan terjemah Al Quran berbahasa daerah. Ada tiga bahasa daerah, yaitu: Melayu Ambon, Bali, dan Banjar.
Kepala Puslitbang Lektur Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi Choirul Fuad Yusuf mengatakan bahwa pihaknya hanya dapat melakukan cetak terbatas. Menurutnya, Balitbang-Diklat hanya melakukan cetak master sebanyak 400-an eksemplar untuk setiap bahasa.
“Litbang mencetak masterpiece-nya sesuai tusi litbang sebanyak 400-an eksemplar/bahasa daerah. Penggandaan diserahkan kepada Pemda masing-masing daerah,” kata Choirul Fuad Yusuf usai rilis Terjemahan Al-Quran dalam tiga bahasa daerah oleh Menag Lukman Hakim Saifuddin di Kantor Kementerian Agama, Thamrin, Jakarta, Rabu (20/12).
Menurut Choirul Fuad, proses penerjemahan Al-Quran dalam bahasa daerah, secara keseluruhan membutuh waktu 2 tahun. Tahun pertama untuk penandatanganan MoU dengan lembaga mitra kerjasama, dan penerjemahan 30 juz oleh tim. Tahun kedua, validasi dan akhir bulan dilakukan cetak dan rilis.
Kabalitbang dan Diklat Abd. Rahman Mas’ud menyampaikan bahwa terjemahan Al-Quran dalam bahasa daerah ini diperuntukkan bagi mereka yang berada di daerah dan kurang menguasai Bahasa Indonesia.
Produk unggulan Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi ini diharapkan dapat menjadi bagian dari revitalisasi untuk menghidupkan kembali kearifan lokal dari masing-masing daerah, khusunya bahasa daerah.
“Al-Quran dalam bahasa daerah ini merupakan produk unggulan dan menjadi tugas dan fungsi Balitbang untuk melakukan konservasi (al-muhafadzah)," kata Mas’ud.
"Pada tahun 2018, Puslitbang akan kembali melakukan terjemahan dalam Bahasa daerah Aceh, Madura dan Bugis," sambungnya.

Dalam acara ini tampak hadir, perwakilan gubernur Bali, Maluku, dan Kalimantan Selatan, pejabat eselon I dan II Kemenag, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan.

Senin, 18 Desember 2017

Kemensos Terjunkan Ratusan Tagana Sisir Korban Gempa Jawa Barat


Kementerian Sosial RI - Ratusan Taruna Siaga Bencana (Tagana) langsung dikerahkan Kementerian Sosial sesaat setelah gempa mengguncang Jawa Barat, Jum'at (16/1). Tagana tersebut bertugas menyisir dan mengevakuasi korban akibat bencana alam tersebut.

"Tagana yang dikerahkan berasal dari Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Garut, dan Kota Banjar. Total ada lebih dari 234 personil," kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di sela-sela kunjungan kerjanya di Jawa Timur, Minggu (16/12)

Seperti diketahui, gempa berkekuatan 6,9 skala Richter mengguncang kawasan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta, Jumat 15 Desember 2017 pukul 23.47 WIB.

Titik pusat gempa berada di 7.75 LS dan 108.11 BT atau 11 km barat daya Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Pusat gempa berada di kedalaman 107 km.

Selain Tagana, Kementerian Sosial juga menerjunkan Tim Layanan Dukungan Psikososial untuk memberikan trauma healing kepada para pengungsi, utamanya kelompok rentan yaitu lansia, ibu hamil, difabel, dan anak-anak.

Kementerian Sosial, lanjut Khofifah, telah mendistribusikan bantuan logistik, kebutuhan permakanan dan tenda kepada warga yang membutuhkan melalui posko yang di koordinir oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat dan Dinas Sosial Kabupaten Kota setempat. Total bantuan logistik yang disalurkan Rp 893 juta.

"Logistik yang dikirim berupa lauk pauk, kid ware, food ware, family kits, tenda serba guna, matras, selimut dan tenda gulung," terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga meminta kepala daerah untuk segera mengeluarkan Surat Keterangan Darurat agar kebutuhan logistik segera disebarkan (deploy).

"Sekarang yang saya mohon adalah SK Darurat dari bupati, wali kota yang di daerahnya terdampak bencana alam mohon dengan sangat untuk segerakan mengeluarkan SK Darurat. Karena dengan SK Darurat maka kebutuhan logistik terutama cadangan beras pemerintah itu bisa segera di-deploy," tuturnya.

Dengan SK Darurat Bupati Wali Kota, kebutuhan logistik berupa beras dapat dikeluarkan 100 ton. Jika beras tersebut sudah habis, maka dengan SK Darurat Gubernur, dapat dikeluarkan 200 ton beras.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial, Harry Hikmat mengatakan Hasil identifikasi yang berhasil dihimpun pasca gempa bumi di Jawa Barat sampai dengan tanggal 16 Desember, pukul 24.00 WIB sebanyak 13 orang mengalami luka ringan, 4 orang mengalami luka berat dan 1 orang meninggal dunia atas nama Dede Lutfi, warga Desa Gunungsari RT 04/02 Kecamatan Sadanaya, Kabupaten Ciamis.

"Dilapangan, tim telah mengidentifikasi kondisi rumah warga yang rusak akibat bencana. Hasilnya ditemukan sebanyak 1.897 rumah dalam kondisi rusak ringan, 245 rumah dalam kondisi rusak sedang, sementara sebanyak 336 rumah teridentifikasi rusak berat", ujarnya.

Sementara, untuk meringankan beban para korban, Kemensos telah membuka sejumlah dapur umum lapangan (dumlap). Satu dumlap mampu menyediakan hingga 1.000 porsi makanan.


"Pembentukan dapur umum ini sangat penting guna menjaga kebutuhan dan suplai makanan pengungsi", imbuh Harry. www.kemsos.go.id

PBNU Jelaskan Kenapa Kedaulatan Palestina Harus Terus Dibela


Jakarta, NU Online
Kedaulatan bangsa Palestina kembali digoyang setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Seketika pernyataan sepihak ini menuai kecaman banyak negara, termasuk Indonesia karena AS dan Israel melanggar kesepakatan damai yang selama ini coba dibangun.

Diplomasi kultural juga dilakukan oleh Nahdlatul Ulama (NU) untuk membela kedaulatan bangsa Palestina. Hal ini menurut Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj tidak lain karena bangsa Indonesia juga mempunyai hutang budi kepada Palestina ketika memproklamirkan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

“Kita bangsa Indonesia mempunyai hutang budi kepada Palestina karena merekah negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indoensia, setelah itu Mesir kemudian diikuti oleh bangsa-bangsa lain,” ungkap Kiai Said kepada NU Online sesaat sebelum Aksi 1712 digelar di Monas.

Terkait Aksi Bela Palestina yang dilaksanakan umat Islam Indonesia pada Ahad hari ini di Monas Jakarta, Kiai Said sepenuhnya mendukung karena alasan kedaulatan sesama bangsa harus dibela. Apalagi Palestina negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia.

Terkait aksi bela Palestina ini, NU melalui sejumlah kader mudanya telah melakukan aksi damai di depan Kedubes AS pada Jumat (8/12) lalu di Jakarta untuk memprotes pernyataan Trump soal Yerusalem.

Kali ini, Kiai Said juga mempersilakan para warga NU untuk melakukan aksi damai bersama elemen ormas lain. Namun, Kiai Said mengimbau kepada para kader NU untuk tidak membawa atribut maupun bendera NU untuk mengajak kepada ormas lain agar bergerak murni atas nama umat Islam Indonesia.

Aksi di Monas ini dikomandoi langsung oleh Ketua MUI Pusat yang juga Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin dan H Marsudi Syuhud sebagai Ketua Pelaksana Aksi. (Fathoni)

Kamis, 14 Desember 2017

Jerman Operasikan Kereta Cepat Baru dari Berlin ke Munich


Jakarta, CNN Indonesia -- Ketersedian angkutan umum yang layak membuat turis jadi merasa nyaman saat berwisata ke suatu negara. Jika pilihannya Jerman, maka jangan khawatir, karena layanan kereta di sana sangat bisa diandalkan untuk bepergian.
Saat ini ada layanan kereta baru di sana, yang menghubungkan Berlin dan Munich hanya dalam waktu kurang dari empat jam.
Dilansir dari Lonely Planet, layanan kereta cepat itu baru saja diresmikan pada minggu ini.
Rute yang dilewati kereta cepat ini ialah Munich, Nuremberg, Erfurt, Leipzig, dan Berlin. Rute ini terhubung dengan rel kereta sepanjang 623 kilometer.
Kereta cepat ini bakal melaju dengan kecepatan 300 kilometer per jam dan beroperasi dari pukul 6 pagi sampai 6 sore setiap harinya.
Sebelumnya, ada kereta dengan rute yang sama. Namun, tidak terlalu cepat, sehingga perjalanan dari Berlin ke Munich memakan waktu hingga 4 jam 30 menit.
Kereta cepat ini mampu menampung 700 orang dalam satu kali perjalanan. Ditargetkan, ada 10 ribu penumpang yang terangkut setiap harinya.
"Semakin singkatnya waktu perjalanan, akan membuat perjalanan semakin nyaman. Kereta cepat ini akan melewati 45 stasiun dan bisa ditumpangi dari berbagai stasiun transit," kata pihak perusahaan jasa kereta api di Jerman, Deutsche Bahn.
Turis yang akan datang ke Jerman dan berencana untuk melakukan perjalanan menggunakan kereta sebaiknya meluangkan waktu untuk datang ke stasiun lebih awal, karena Deutsche Bahn berencana untuk menutup pintu kereta lebih awal.
Aturan tersebut sudah mulai berlaku tahun ini. Walau sudah tiba tepat waktu di stasiun, kereta akan menutup pintu 20 detik lebih cepat, sebelum berangkat menuju stasiun berikutnya.
Aturan itu pertama kali diuji coba di stasiun Cologne dan Hanover. Sebelumnya, kereta menutup pintu 10 detik lebih cepat.
Pihak Deutsche Bahn mengklaim, kalau hanya beberapa orang yang ketinggalan kereta saat aturan baru itu diterapkan.

Tapi, bisa dipastikan, kalau sebagian besar orang yang berhasil naik kereta merupakan penduduk Jerman yang memang sudah terbiasa tepat waktu.

UN 2018 Akan Ada Isian Singkat untuk Matematika



Jakarta, Kemendikbud --- Satu hal yang berbeda dari ujian nasional (UN) tahun 2018 adalah adanya soal mata pelajaran matematika yang harus dijawab dengan isian singkat. Kebijakan baru ini diterapkan untuk mengukur kemampuan siswa melalui soal yang menggunakan kemampuan berpikir tingkat tinggi (high order thinking skills).

Hal tersebut dikemukakan Sekretaris Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Kiki Yuliati, saat pembukaan Rapat Koordinasi Training of Trainers (ToT) Sosialisasi Pelaksanaan UN 2018 di Jakarta, Minggu (11/12/2017).

“Dari sisi tujuan penilaiannya sendiri, isian singkat ini untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa,” ujar Kiki.

Ia menegaskan, isian singkat untuk mata pelajaran matematika ini tidak sama dengan esai. Namun, akan ada mekanisme penilaian atau scoring khusus untuk jawaban berupa isian singkat. Saat ini BSNP dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) baru mengembangkan soal UN dengan jawaban isian singkat untuk mata pelajaran matematika. Ke depan, secara bertahap akan dikembangkan pula soal dengan jawaban isian singkat untuk mata pelajaran lain.

“Kita baru mengembangkan matematika untuk skala jumlah peserta UN yang besar ini. Kita lakukan bertahap, dimulai dari matematika,” kata Kiki. Ia menambahkan, jumlah butir soal untuk isian singkat tersebut tidak banyak. “Jadi belum dominan,” tuturnya.

Sejak bulan Agustus 2017, BSNP telah menerbitkan Kisi-Kisi Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2017/2018 yang dapat diunduh di laman https://www.kemdikbud.go.id. Kiki menuturkan, kisi-kisi soal UN dibuat BSNP bekerja sama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud.


Kisi-kisi yang telah diterbitkan itu mencakup untuk semua soal, sehingga bisa dijadikan sebagai soal pilihan ganda maupun isian singkat. “Jadi satu kisi-kisi yang sama, lalu dari kisi-kisi itu kita memilah dan memilih mana yang bisa untuk pilihan ganda, mana yang bisa untuk isian singkat,” katanya.

Minggu, 08 Oktober 2017

Jahiliyah dan Seni Sastra


Berbicara mengenai zaman jahiliyah, dibenak orang akan muncul bayangan yang buruk dan kelam. Kehidupan yang penuh kedzaliman dan ke tidak-adil-an. Peperangan terjadi diantara kelompok dan suku. Penguburan bayi perempuan hidup-hidup karena dianggap sebagai aib keluarga. Diskriminasi terhadap perempuan yang dianggap begitu murah dan tak berharga. Tidak jarang seorang wanita dinikahi laki-laki lalu diceraikan setelah mendapat keuntungan dan kepuasan darinya. Begitu rendahnya martabat seorang wanita. Ini merupakan sebagian bukti kemerosotan moral yang terjadi pada masyarakat Arab jahiliyah.
Namun, segala sesuatu pasti ada kebaikannya. Ungkapan ini juga berlaku bagi kehidupan masyarakat Arab Pra-Islam. Bila ditelisik lebih mendalam ada sisi positif yang dapat diambil dari kehidupan mereka. Salah satu hal yang patut ditiru dari kehidupan masyarakat Arab jahiliyah adalah penghormatan mereka terhadap suatu karya dan ilmu pengetahuan, terutama pada orang-orang yang berilmu.
            Selain itu, masyarakat Arab juga dikenal sangat mahir dalam urusan seni, terlebih lagi syair. Sehingga bukan suatu yang asing lagi bagi mereka dalam urusan bersyair. Namun, tidak semua menguasai syair. Hanya segilintir orang yang mampu membuat syair. Bahkan tidak menutup kemungkinan juga hanya suatu golongan kecil.
            Menjadi seorang penyair merupakan sebuah kebanggan tersendiri bagi setiap kelompok masyarakat Arab. Maka, bukan sesuatu yang spesial lagi ketika seorang penyair menjadi tokoh tetua dan orang yang berpangkat dalam kelompoknya. Hal ini merupakan wujud penghormatan masyarakat arab terhadap seni dan pada orang yang berpengatahuan. Bahkan ada satu kebiasaan yaitu ketika ada seorang yang melantunkan syair dari kelompoknya maka akan diadakan pesta dan jamuan bersama.
            Ini merupakan sekelumit bahwa terdapat sisi positif yang dapat diambil dari kehidupan masyarakat Arab pra-Islam. Sehingga pemikiran yang beranggapan zaman jahiliyah yang kelam dan nista tidak selamanya tertempel pada benak orang. Karenanya ada ungkapan yang berbunyi “segala sesuatu pasti ada kebaikannya”. Dan hal ini merupakan salah satu bukti bahwa tidak selamanya yang buruk itu akan tetap buruk. Pasti di dalamnya terdapat nilai positif yang belum banyak orang ketahui. Sehingga tidak mudah dan gampang pengklaiman terhadap seseorang atau suatu kelompok.
Ternyata ke–jahiliahan masyarakat Arab bukan total mereka dalam keadaan yang buruk. Di sisi lain mereka memiliki tradisi dan nilai yang lebih dalam bidang sastra dan interpretasi pada seseorang yang berpengatahuan. Dan sampai sekarang pun, tidak ada yang mengingkari bahwa syair arab merupakan syair yang terindah di dunia. Unsur kebahasaan yang mereka kuasai sangat dalam. Sehingga menjadikan ciri khas tersendiri bagi karya sastra dalam dunia seni.


Sabtu, 07 Oktober 2017

Belajar dari Kisah Nabi Adam AS.


Sumber: www.nu.or.id

Khutbah I

اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، اَلَّذِى خَلَقَ اْلإِنْسَانَ خَلِيْفَةً فِي اْلأَرْضِ وَالَّذِى جَعَلَ كُلَّ شَيْئٍ إِعْتِبَارًا لِّلْمُتَّقِيْنَ وَجَعَلَ فِى قُلُوْبِ الْمُسْلِمِيْنَ بَهْجَةً وَّسُرُوْرًا. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيْتُ وَهُوَعَلَى كُلِّ شَيْئ ٍقَدِيْرٌ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَنَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ وَأَفْضلِ اْلأَنْبِيَاءِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَاِبه أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ، فَيَاأَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: اقراء باسم ربك الذى خلق خلق الانسان من علق اقراء وربك الأكرم

Jamaah shalat Jumat hadakumullah,

Dalam Al-Qur'an ada kisah yang cukup populer tentang ditunjuknya Nabi Adam sebagai khalifah di muka bumi yang lalu disambut dengan "nada protes" para malaikat karena kahwatir bangsa manusia akan berlaku bejat sebagaimana yagn sudah-sudah.

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat; “Sesungguhnya Aku hendak jadikan seorang khalifah di bumi.” Mereka bertanya: “Apakah Engkau hendak jadikan di bumi orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji-Mu dan mengkuduskan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku tahu apa yang kamu tidak tahu.” (QS al-Baqarah:30)

Setelah itu Allah mengajarkan kepada Nabi Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya. Selanjutnya kemampuan tersebut diperlihatkan kepada para malaikat dengan menguji kapasitas mereka: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kalian mamang benar!"

Malaikat rupanya tak berkutik menjawab tantangan itu. Mereka hanya bisa berkata:

سُبْحَانَكَ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ

"Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."

Ketika tantangan yang sama diberikan kepada Nabi Adam, beliau dengan lancar menyebut nama-nama benda itu. Di sini Nabi Adam menunjukkan keunggulannya dibanding malaikat yang semula "meremehkannya".

Jamaah shalat Jumat hadakumullah,

Kenapa Nabi Adam ‘alaihissalâm bisa menuntaskan tantangan dari Allah, sementara malaikat tidak? Jawabannya karena ilmu. Dalam kisah tersebut Nabi Adam mendapat karunia pengetahuan atau ilmu dari Allah sementara malaikat tidak.

Dengan demikian, di antara unsur pokok yang membuat manusia unggul adalah ilmu. Ilmu hadir lantaran manusia dianugerahi akal. Itulah alasannya mengapa ilmu tidak dimiliki binatang. Tidak heran bila Rasulullah bersabda bahwa mencari ilmu adalah fardhu bagi tiap Muslim laki-laki dan Muslim perempuan.

Atas keunggulan itu pula Nabi Adam mendapat kemuliaan dari Allah: malaikat dan Iblis diperintahkan bersujud menghormatinya. Malaikat patuh dengan instruksi ini, sedangkan Iblis membelot karena dikuasai nafsu kesombongan.

Iblis pun dikutuk sebagai bagian dari kelompok kafir dan calon penghuni neraka selamanya. Dan Nabi Adam bersama sang istri (Hawa) dipersilakan tinggal dalam kenikmatan surgawi.

Jamaah shalat Jumat hadakumullah,

Apakah ilmu saja cukup? Ternyata tidak.

Nabi Adam ternyata tak selalu di "posisi atas". Dalam kisah selanjutnya Nabi Adam tampak tidak kuat menahan godaan setan sehingga ia bersama Hawa dikeluarkan dari berbagai kenikmatan itu.

Kata Allah:

اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ وَلَكُمْ فِي الْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَىٰ حِينٍ

"Turunlah kalian! Sebagian kalian menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kalian ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan". (QS al-Baqarah: 36)

Nabi Adam dan Hawa pun tinggal di bumi. Tak seperti sebelumnya, mereka berdua kini tinggal di bumi yang tidak sempurna, mengandung kesenangan sementara, dan sarat hawa permusuhan antarsesama. Dalam konteks ini, kekhawatiran malaikat bahwa manusia akan membuat kerusakan di dunia dan saling menumpahkan darah, menjadi bermakna.

Setelah peristiwa pernjerumusan oleh setan itu Nabi Adam menerima petunjuk (kalimât) dari Allah, lalu melakukan pertobatan.

فَتَلَقَّىٰ آدَمُ مِنْ رَبِّهِ كَلِمَاتٍ فَتَابَ عَلَيْهِ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

"Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (QS al-Baqarah: 37)

Jalaluddin as-Suyuthi dalam kitab ad-Durul Mantsûr fît Tafsîril Ma’tsûr berdasarkan riwayat dari ath-Thabrani dalam al-Ausath memaparkan, ketika Nabi Adam diusir ke bumi, ia mendatangi Ka'bah lalu shalat dua rakaat. Allah pun memberika ilham doa berikut ini:

اللّهُمّ إِنّكَ تَعْلَمُ سِرِّيْ وَعَلَانِيَتِيْ فَاقْبَلْ مَعْذِرَتِيْ وَتَعْلَمُ حَاجَتِيْ فَأَعْطِنِيْ سُؤَلِيْ وَتَعْلَمُ مَا فِيْ نَفْسِيْ فَاغْفِرْلِيْ ذَنْبِيْ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ إِيْمَانًا يُبَاشِرُ قَلْبِيْ وَيَقِيْنًا صَادِقًا حَتَّى أَعْلَمُ أَنَّهُ لَا يُصِيْبُنِيْ إِلَّا مَا كَتَبْتَ لِي وَأَرْضِنِيْ بِمَا قَسَّمْتَ لِي

“Ya Allah, sungguh Engkau tahu apa yang tersembunyi dan tampak dariku, karena itu terimalah penyesalanku. Engkau tahu kebutuhanku, maka kabulkanlah permintaanku. Engkau tahu apa yang ada dalam diriku, maka ampunilah dosaku. Ya Allah sungguh aku memohon kepada-Mu iman yang menyentuh kalbuku dan keyakinan yang benar sehingga aku tahu bahwa tidak akan menimpaku kecuali telah Engkau tetapkan atasku. Ya Allah berikanlah rasa rela terhadap apa yang Engkau bagi untuk diriku.”

Allah kemudian menjawab doa Nabi Adam:

“Hai Adam, Aku telah terima taubatmu dan telah Aku ampuni dosamu. Tidak ada seorang pun di antara keturunanmu yang berdoa dengan doa sepertimu kecuali Aku ampuni dosa-dosanya, Aku angkat kesedihan dan kesulitannya, Aku cabut kefakiran dari dirinya, Aku niagakan dia melebihi perniagaan semua saudagar, Aku tundukkan dunia di hadapannya meskipun dia tidak menghendakinya.”

Jamaah shalat Jumat hadakumullah,

Apa yang bisa kita petik dari peristiwa terakhir ini? Di luar ilmu pengetahuan, manusia membutuhkan petunjuk Allah, ilham atau agama. Benar bahwa ilmu itu penting dan menjadi pembeda antara makhluk yang bernama manusia dan makhluk yang bernama binatang. Tapi, agama jauh lebih penting karena ia menjadi jalan bagi setiap orang untuk berada di fitrah ketuhanan.

Dengan ilmu saja manusia masih bisa tersesat. Bukankah peperangan yang mengorbankan jutaan nyawa manusia, kesewenang-wenangan kekuasaan, korupsi uang rakyat, perusakan alam, atau sejenisnya justru berlangsung dan dikendalikan dengan ilmu? Bukankah banyak pula kecanggihan teknologi sebagai produk kemajuan ilmu pengetahuan melahirkan senjata pembunuh, mesin pengerusak, atau perangkat pemuas keserakahan manusia?

Itulah sisi gelap ilmu pengetahuan, dan agama yang memuat nilai-nilai luhur akan meneranginya. Agama memberikan garis yang jelas tak hanya tentang bagaimana menghamba kepada Allah. Tapi juga manusia memuliakan manusia lainnya dan memuliakan alam sekitarnya. Ilmu pengetahuan tentu bisa sangat bermanfaat, tapi godaan nafsu, ego, keakuan, yang dimiliki manusia bisa melencengkannya ke arah hal-hal yang nista.

Kekhalifahan manusia dengan demikian dibentuk oleh dua unsur pokok, yakni ilmu dan agama atau wahyu.

Semoga kita semua dijaga oleh Allah subhânahu wata‘âlâ dari kesesatan berpikir dan tindakan melalui cahaya hidayah-Nya yang luas. Wallahu a'lam bish-shawab.


Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ


اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Tebuireng Berduka, Cucu Hadratussyekh Gus Cecep Wafat


Jombang - Pesantren Tebuireng Jombang hari ini berduka. Salah seorang putra terbaik, yakni KH Muhammad Natsir Karim atau biasa disapa Gus Cecep meninggal dunia. Innalillahi wainna ilahi rajiun.

Kepastian kabar ini disampaikan KH Fahmi Amrullah Hadzik kepada NU Online tadi pagi. "Ya, Gus Cecep meninggal setelah shalat Shubuh. Kami sangat berduka," kata Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Putri ini, Sabtu (7/10).

Menurut Gus Fahmi, sebenarnya almarhum mengidap sejumlah penyakit. "Sebelumnya terserang diabet dan juga sakit jantung," katanya.

Dalam rangka berobat dari berbagai keluhan sakit yang diderita, Gus Cecep melakukan perjalanan ke Pasuruan. "Sekitar jam 3 dini hari sebelum Shubuh sudah berada di kediaman, dilanjut istirahat, serta kemudian meninggal," katanya.

Dalam pandangannya, Gus Cecep termasuk sosok kiai yang kaya humor. "Di banyak kesempatan, kami sering bertukar humor dan guyonan dengannya," ujarnya.

Kelebihan lain dari Gus Cecep adalah memiliki jamaah zikir Hizbul Falah. Itu termasuk rangkaian wirid yang dipercaya sebagai amalan dari Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari. "Bersama para jamaahnya, Gus Cecep mengamalkan wirid Hizbul Falah tersebut," terang Gus Fahmi.

Menurut rencana, almarhum yang merupakan putra dari Pengasuh Pesantren Tebuireng era 1950-1951, KH Abdul Karim Hasyim ini akan dimakamkan di pesarean keluarga besar Tebuireng. "Karena Gus Cecep adalah cucu dari hadratussyekh maka berhak dimakamkan di makam keluarga," ujarnya.

Jenazah akan dishalatkan di Masjid Tebuireng usai Zhuhur dan dimakamkan di maqbarah masyayikh Tebuireng pada pukul 14.00 WIB berdampingan dengan keluarga dan masyayikh Tebuireng lainnya.

Setiap harinya, Gus Cecep adalah Pengasuh Pesantren Al-Karimiyah Tebuireng yang berada di Jalan Irian Jaya 313 Dusun Tebuireng Gang III RW 8, Cukir, Diwek, Jombang atau tepatnya di sebelah utara Pesantren Tebuireng.

Gus Cecep merupakan anak ke-4 dari 4 bersaudara, yaitu Nyai Hj Lilik Nailufari, H M Hasyim Karim (Gus Aying), Nyai Hj Cicik Nafiqoh, dan KH Muhammad  Natsir (Gus Cecep).

Ia meninggalkan istri, Nyai Hj Rina Syamsudi, dua putra dan satu putri, serta para santri dan yayasan pesantren yang didirikan sendiri. (NU Online)


Tipe Keluarga dalam Al-Qur'an


Kebahagiaan adalah target utama dalam membina rumah tangga. Bahagia di dunia dan bahagia di akhirat. Apa gunanya menikah dan membangun keluarga, tetapi yang ada hanyalah terasa sesak dada, sengsara penuh derita, dan diri menjadi terpuruk. Justru fitrah manusia itu sesuai dengan fitrah pernikahan yaitu sebagai muara kebahagiaan dan ketenangan hidup. 

Siapapun yang membnagun rumah tangga, kaya ataupun miskin, pejabat maupun rakyat, gubernur atau abang bajigur, semuanya adalah berangkat terhadap satu tujuan yaitu mencapai kehidupan yang layak dan membahagiakan. Bagi kita keluarga muslim, selayaknya tujuan hidup difokuskan pada tujuan ukhrawi (akhirat) karena tiada manfaat jika di dunia kita senang tapi di akhirat malah sengsara. Baiknya, di dunia kita senang dan bahagia, di akhirat kita bersuka cita meraih surga.

Pada kenyataannya, ada empat tipe keluarga yang bisa kita pelajari dan teladani atau hindari.

Pertama, tipe keluarga Abu Lahab. Keluarga Abu Lahab adalah tipe keluarga yang paling buruk. Pasalnya, suami dan istri, keduanya berada di dalam kemaksiatan kepada Allah. Suami tukang judi, istri pengedar ekstasi. Suami tidak pernah shalat, istri tukang ngumpat. Suami pendusta, istri tukang zina. Na’udzubillah min dzalik. Keluarga tipe ini bukanlah keluarga yang patut kita teladani.

Kedua, tipe keluarga Fir’aun. Suaminya ahli maksiat, istrinya ahli taat. Tipe masih mendingan dibanding dengan tipe pertama karena istrinya dipastikan masuk serga tetapi suami masuk neraka. Namun, apakah sudi suami Anda menjadi nahli neraka sedangkan Anda senang-senang dalam kebahagiaan akhirat (surga)? Saya kira, tidak. Tidak ada istri yang menginginkan suaminya celaka. Jika ada, inilah istri yang buruk di mata agama dan sesama. Maka, ikhtiar meluruskan dan mengarahkan suami yang tidak taat kepada Allah menjadi suat hal yang sangat wajib bagi istri. Ketika sudah berikhtiar, hasilnya serahkan kepada Allah. Istri akan terlepas dari dosa tetang hal ini.

Ketiga, tipe keluarga Nabi Nuh a.s.. Suaminya ahli ibadah, istrinya ahli bid’ah. Suaminya muwahhid (ahli tauhid), istri musyrikah (ahli syirik). Suami masuk surga, istri ke neraka. Sudikah pula Anda, wahai para suami, melihat istri berada dalam kesengsaraan dan siksa Allah? Jawabnnya harus tidak. Jika tidak “tidak” berarti Anda adalah suami egois. Dan, suami seperti inilah yang nanti akan diminta pertanggungjawaban atas keteledorannya membiarkan istri dalam kemaksiatan dan kemusyrikan. Kecuali jika Anda sudah berusaha, kemudian istri Anda tidak pula berubah, maka Anda tidak didakwa oleh Allah kelak di akhirat layaknya Nabi Nuh a.s..

Keempat, tipe keluarga Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Muhammad saw.. Suami dan isri keduanya adalah ahli taat, ahli ibadah, ahli tauhid, ahli sedekah, ahli shalat. Mereka berdua senantiasa saling memerhatikan dan memberi arahan takut-takut terjerembab ke dalam lubang maksiat. Sekali mereka terjerumus ke lembah dosa dan maksiat, mereka segera beristigfar dan meninggalkan dosa yang dikerjakannya. Tobat dengan tobat yang sebenarnya (taubatan nashuha).

Sahabat muslim yang taat, mau memilih tipe yang mana kita? saya yakin, tidak ada pilihan jitu kecuali memilih tipe keluarga yang keempat. Menjadi keluarga selayak keluarga Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Muhammad saw.. Oleh karena itu, mari sama-sama berjuang membangun keluarga SAMARA (sakinah, mawaddah, rahmah) sepanang masa.


Kiat-kiatnya, (1) menjadi keluarga berilmu, (2) menjadi keluarga yang menyesuaikan amal dengan ilmu, (3) menjadi keluarga yang saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran, dan (4) menjadi keluarga yang senantiasa syukur dan sabar menyikapi kehidupan.

MAMNU Meriahkan Festival Araby UINSA 2017


Jum’at (6/10), MA Ma’arif NU Kota Blitar kembali mengirimkan delegasi untuk mengikuti Lomba Imathoh dan Khitobah dalam kegiatan Festival Araby UIN Sunan Ampel Surabaya. Sebanyak 11 siswa dikirim untuk ikut serta dalam perlombaan tersebut.

Kegiatan yang diadakan oleh HMP Pendidikan Bahasa Arab UIN Surabaya ini adalah perlombaan tingkat SMP/MTS sederajat, SMA/MA sederajat, MAHASISWA dan Umum SE-JAWA TIMUR. Kegiatan yang bertemakan “MENEGUHKAN BAHASA ARAB SEBAGAI BAHASA PERADABAN DAN PEMERSATU UMAT ISLAM SEDUNIA” ini diselenggarakan pada hari Sabtu, 07 Oktober 2017.

Selain lomba imathoh dan khitobah, masih banyak cabang lomba yang lainnya yaitu; taqdimul qishah, kaligrafi, mujadalah dan media pembelajaran. Sebanyak 6 siswa dan 5 siswi turut ikut serta, mereka adalah: Bany Istama, Rahmat Fitror Robi, Ulinnuha, Nabila Farah, Azmil Fauziyah, Ilma Ainu Shofa, Alwi Muzaka, Taufiq Asyhari, Agung Ainul Haris, Nilna Milada, Halimatu Sa’diyah.

Seluruh peserta telah menyiapkan performance terbaik mereka dibawah bimbingan Ust. Ilham Muttaqin. Dan alhamdulillah, Halimatu Sa'diyah, siswi MAMNU meraih juara harapan dalam lomba Khitobah. (SNM)

Kamis, 07 September 2017

Peringati Hari Santri, PBNU Usung Tema "Santri Mandiri, NKRI Hebat"


JAKARTA - Hari Santri pada 22 Oktober 2017 adalah momentum pengakuan negara atas sejarah peran santri, kiai dan pesantren yang telah terbukti memiliki kontribusi besar dalam merebut kemerdekaan Indonesia serta mengisi kemerdekaan dengan kemandirian Ini tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015.
Ketua Panitia Grand Launching Hari Santri 2017, Ahmad Athoillah mengatakan sejak dulu, santri adalah kelompok yang mandiri sejak dari masa menempuh pendidikan di pesantren. Mereka rela jauh dari asuhan orang tua untuk ngaji kepada kiai hingga bertahuntahun.
"Karena itulah, dalam Grand Launching Hasan 2017 kali ini, kami mengambil tema “Santri Mandiri, NKRI Hebat," ujarnya di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (10/8/2017).
Menurutnya, menjadi santri Indonesia sama dengan ikhlas memperjuangkan eksistensinya hingga titik darah pengahabisan. Kata dia, santri tak mengenal rumus anti Pancasila, apalagi anti Nasionalisme.
"Karena itu, tema momen Hari Santri Nasional 2017 ini sekaligus penegasan bahwa radikalisme atas nama agama, ideologi khilafah anti Pancasila, bukanlah madzhab santri Nusantara," tuturnya.
Ia menambahkan, santri apapun profesinya, ia selalu dekat dengan ulama. Mereka hidup mandiri tanpa mengeluh, menuntut atau ngeyel menyebar kebencian kepada negara atas nama hak mereka selalu merasa wajib menjadi penjaga rumah besar di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
"Tanpa selalu berebut isi rumahnya dari kelompok etnis, suku, RAS dan pemeluk agama lain," pungkasnya.

Sekedar diketahui, acara itu dihadiri oleh Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj, Rais Aam PBNU KH. Ma'ruf Amin, Ketua RMI KH. Abdul Ghaffar Rozin, Wakil Ketua Umum PBNU Maksum Machfoedz dan beberapa perwakilan dari Polri, Kemendagri serta Kemenkopolhukam. (okezone.com)

'Santri of The Year 2017' akan Digelar dalam Memperingati Hari Santri Nasional


Jakarta - Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 22 Oktober 2017, Islam Nusantara Center (INC) akan menyelenggarakan Pagelaran Seni Santri Nusantara dalam rangka penganugerahan "Santri of The Year 2017" pada hari Minggu 22 Oktober 2017 mendatang.
Hal ini disampaikan oleh Panitia Penyelenggara dan Direktur INC dalam acara Launching & Press Conference "Santri of The Year 2017" di Wisma Usaha UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Sabtu (19/8/2017).
Zainal Abidin selaku panitia penyelenggara mengatakan Hari Santri Nasional adalah bukti dan apresiasi besar untuk para pahlawan santri.
"Karena telah berjuang dalam segala bidang untuk tegaknya kemerdekaan RI," ujar Zainal.
Direktur Eksekutif INC Ginanjar A Sya'ban mengatakan acara tersebut bermaksud untuk memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh masyarakat, terutama para santri yang berprestasi dan berdedikasi dalam turut menjaga bangsa ini dan berkarya untuk kemajuan negeri.
Menurut Ginanjar, Santri of The Year 2017 ini dimaksudkan untuk, menemukan dan menampilkan tokoh/figur pria dan wanita yang telah memberikan sumbangsih prestasi mereka dalam bentuk gagasan inovatif dan sekaligus kerja dan karya juga prestasi bagi pembangunan bangsa dan negara tercinta ini.
"Dan mampu membangkitkan motivasi dan dapat memberikan suri tauladan bagi generasi muda serta masyarakat umum untuk lebih giat membangun bangsa dan negaranya," ujar Ginanjar.
Dijelaskan bahwa pada puncak penghargaan nanti INC akan bekerjasama dengan berbagai pihak khususnya Pondok Pesantren untuk menampilkan pertunjukan seni dan kreatifitas seperti tari saman, rebana, aksi pagar nusa ,hadroh, sholawat dan lain sebagainya.
Adapun kategori nominasi yang akan dipilih untuk menerima penghargaan antara lain:
Santri Inspirasi Bidang Seni & Budaya, Santri Inspirasi Bidang Pendampingan Umat (Dakwah), Santri Inspirasi Bidang Pendidikan, Santri Inspirasi Bidang Wira Usaha/ Entrepreneur, Santri Inspirasi Bidang Kepemimpinan dalam Pemerintah, Pesantren Salaf Inspiratif, Pesantren Modern Inspiratif, Pesantren Enterpreneur Inspiratif, Santri Berprestasi Tingkat Internasional, Pahlawan Santri, Santri Mengabdi Sepanjang Hayat dan penghargaan yg tertinggi adalah Mahasantri Bhakti Negeri.
Untuk nomine yang akan dipilih dalam bidang-bidang tersebut, lanjut Ginanjar, INC mengajak masyarakat untuk turut serta dalam memilih tokoh-tokoh santri yang layak mendapat penghargaan.
Untuk itu masyarakat dipersilahkan mengirimkan usulan nama-nama tersebut sesuai kategori beserta alasannya, di akun media sosial Islam Nusantara Center (INC), IG @islamnusantaracenter , Twitter @IslamNusantaraC, FB Islam Nusantara Center - INC dan website resmi INC jaringansantri.com
Semua usulan akan disaring oleh dewan juri. Dan tiga nama nominator tersaring masing-masing kategori akan dipolling di website jaringansantri.com dan akun resmi Twitter Islam Nusantara center (@IslamNusantaraC).
"Kegiatan ini merupakan upaya yang baik dan angin segar bagi Bangsa Indonesia yang saat ini sedang giat-giatnya mengembangkan pendidikan karakter dan alumni pesantren adalah jawabannya," ujar Ginanjar.
Seperti tahun kemarin, munculnya Gus Dur, Menristekdikti, Menpora, Mensos sebagai santri terpilih, tahun ini diharapkan acara Penganugrahan Santri of The Year 2017 benar-benar menemukan tokoh santri inspiratif bagi masyarakat luas, terutama generasi muda di dalam menghadapi tantangan Indonesia masa depan. (www.tribunnews.com)

Ketum PBNU hingga MUI Hadiri Peluncuran Peringatan Hari Santri 2017


Jakarta - Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) menggelar acara peluncuran (launching) Hari Santri 2017. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo direncanakan menghadiri acara ini.
Peluncuran itu digelar di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (10/8/2017). Beberapa tokoh NU tampak hadir seperti Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Rais Aam PBNU yang juga Ketua MUI KH Ma'ruf Amin.
Acara yang semula diagendakan pukul 18.30 WIB baru dimulai pukul 19.45 WIB. Saat acara dimulai, baru Said Aqil dan Ma'ruf Amin yang terlihat, sementara Tjahjo belum nampak. KH Said dan KH Ma'ruf akan memberikan tausiah dalam acara ini.
Hari Santri 2017 akan jatuh pada tanggal 22 Oktober mendatang. Hari Santri tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 tahun 2015.
Peringatan Hari Santri 2017 mengambil tema 'Santri Mandiri, NKRI Hebat'. Tema tersebut diambil juga sekaligus penegasan bila radikalisme atas nama agama, ideologi khilafah antiPancasila bukanlah mazhab santri Indonesia.
Selain peluncuran Hari Santri 2017, beberapa kegiatan juga dilakukan oleh PBNU untuk menyambut Hari Santri seperti lomba dan pameran kaligrafi se-Asean dan China pada 14-17 September di Jombang, Jawa Timur, seminar Hari Santri 'Harmoni dalam Keberagaman Bersama Disabilitas pada 30 September di Serpong dan jambore EXPO Santri pada 23-30 Oktober di Bandung, Jawa Barat.

Puncak Hari Santri 2017 akan diadakan di Bandung, Jawa Barat pada 22 Oktober 2017 mendatang. (detik.com)

MAMNU Raih Juara Umum 3 di KP3 2017


MA Maarif NU Kota Blitar – Kabar menggembirakan disampaikan oleh Nur Wahyuni Sukmawati –Waka. Kesiswaan MA Maarif NU Kota Blitar tadi pagi, Ahad (27/08). Waka. Kesiswaan ini menginformasikan, regu pramuka madrasahnya berhasil memperolah Juara Umum III pada ajang Kirab Pandu Praja Patria atau KP3 Tahun 2017 ini.
"Selamat anak2ku, MA Maarif NU Kota Blitar sbg Juara Umum ke-3 se Kab-Ko Blitar. Sirna sdh lelah yg Kau rasakan, stlh mengikuti Kirab Pandu Praja Patria (KP3), meneriakkan yel2 dan sgl kreasi dg berjalan kaki sepanjang 14 km di malam buta. Walau Kau bukan yg pertama, ttp Kau sang Juara di hati Ustad/Ustadzah....," tulisnya di akun media sosial.
Lebih lanjut disampaikan oleh Nur Wahyuni Sukmawati, pada ajang ajang Kirab Pandu Praja Patria atau KP3 Tahun 2017 ini, madrasahnya mengirimkan dua regu. Satu regu puta dengan nomor peserta 94, dan satu regu putri dengan nomor 89.
"Satu regu putra dan satu regu putri yang kemudian nilai dari kedua regu ini diakumulasi. Hasilnya Juara Umum III. Sukses regu pramuka MA Maarif NU Kota Blitar," tegasnya bangga. (SNM)



Tim Redaksi Buletin Santri Nurul Ulum. Diberdayakan oleh Blogger.