Munas Alim Ulama dan Konbes Nahdlatul Ulama

Selamat dan Sukses Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama pada 24-26 November 2017 di Islamic Center Lombok, NTB.

Selamat Hari Santri Nasional

Selamat Hari Santri Nasional 2017. Santri Mandiri, NKRI Hebat. Santri NUsantara.

Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 H

Mari tumbuhkan sikap terpuji dengan meneladani akhlak Nabi.

Revolusi Digital NU

Semoga dengan diluncurkannya layanan digital ini dapat memenuhi kebutuhan umat di era serba digital.

Hari Santri Nasional

Keluarga Besar Pondok Pesantren Nurul Ulum mengucapkan Selamat Hari Santri Nasional. Santri Mandiri, NKRI Hebat.

Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Oktober 2017

Belajar dari Kisah Nabi Adam AS.


Sumber: www.nu.or.id

Khutbah I

اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، اَلَّذِى خَلَقَ اْلإِنْسَانَ خَلِيْفَةً فِي اْلأَرْضِ وَالَّذِى جَعَلَ كُلَّ شَيْئٍ إِعْتِبَارًا لِّلْمُتَّقِيْنَ وَجَعَلَ فِى قُلُوْبِ الْمُسْلِمِيْنَ بَهْجَةً وَّسُرُوْرًا. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيْتُ وَهُوَعَلَى كُلِّ شَيْئ ٍقَدِيْرٌ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَنَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ وَأَفْضلِ اْلأَنْبِيَاءِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَاِبه أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ، فَيَاأَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: اقراء باسم ربك الذى خلق خلق الانسان من علق اقراء وربك الأكرم

Jamaah shalat Jumat hadakumullah,

Dalam Al-Qur'an ada kisah yang cukup populer tentang ditunjuknya Nabi Adam sebagai khalifah di muka bumi yang lalu disambut dengan "nada protes" para malaikat karena kahwatir bangsa manusia akan berlaku bejat sebagaimana yagn sudah-sudah.

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat; “Sesungguhnya Aku hendak jadikan seorang khalifah di bumi.” Mereka bertanya: “Apakah Engkau hendak jadikan di bumi orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji-Mu dan mengkuduskan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku tahu apa yang kamu tidak tahu.” (QS al-Baqarah:30)

Setelah itu Allah mengajarkan kepada Nabi Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya. Selanjutnya kemampuan tersebut diperlihatkan kepada para malaikat dengan menguji kapasitas mereka: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kalian mamang benar!"

Malaikat rupanya tak berkutik menjawab tantangan itu. Mereka hanya bisa berkata:

سُبْحَانَكَ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ

"Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."

Ketika tantangan yang sama diberikan kepada Nabi Adam, beliau dengan lancar menyebut nama-nama benda itu. Di sini Nabi Adam menunjukkan keunggulannya dibanding malaikat yang semula "meremehkannya".

Jamaah shalat Jumat hadakumullah,

Kenapa Nabi Adam ‘alaihissalâm bisa menuntaskan tantangan dari Allah, sementara malaikat tidak? Jawabannya karena ilmu. Dalam kisah tersebut Nabi Adam mendapat karunia pengetahuan atau ilmu dari Allah sementara malaikat tidak.

Dengan demikian, di antara unsur pokok yang membuat manusia unggul adalah ilmu. Ilmu hadir lantaran manusia dianugerahi akal. Itulah alasannya mengapa ilmu tidak dimiliki binatang. Tidak heran bila Rasulullah bersabda bahwa mencari ilmu adalah fardhu bagi tiap Muslim laki-laki dan Muslim perempuan.

Atas keunggulan itu pula Nabi Adam mendapat kemuliaan dari Allah: malaikat dan Iblis diperintahkan bersujud menghormatinya. Malaikat patuh dengan instruksi ini, sedangkan Iblis membelot karena dikuasai nafsu kesombongan.

Iblis pun dikutuk sebagai bagian dari kelompok kafir dan calon penghuni neraka selamanya. Dan Nabi Adam bersama sang istri (Hawa) dipersilakan tinggal dalam kenikmatan surgawi.

Jamaah shalat Jumat hadakumullah,

Apakah ilmu saja cukup? Ternyata tidak.

Nabi Adam ternyata tak selalu di "posisi atas". Dalam kisah selanjutnya Nabi Adam tampak tidak kuat menahan godaan setan sehingga ia bersama Hawa dikeluarkan dari berbagai kenikmatan itu.

Kata Allah:

اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ وَلَكُمْ فِي الْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَىٰ حِينٍ

"Turunlah kalian! Sebagian kalian menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kalian ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan". (QS al-Baqarah: 36)

Nabi Adam dan Hawa pun tinggal di bumi. Tak seperti sebelumnya, mereka berdua kini tinggal di bumi yang tidak sempurna, mengandung kesenangan sementara, dan sarat hawa permusuhan antarsesama. Dalam konteks ini, kekhawatiran malaikat bahwa manusia akan membuat kerusakan di dunia dan saling menumpahkan darah, menjadi bermakna.

Setelah peristiwa pernjerumusan oleh setan itu Nabi Adam menerima petunjuk (kalimât) dari Allah, lalu melakukan pertobatan.

فَتَلَقَّىٰ آدَمُ مِنْ رَبِّهِ كَلِمَاتٍ فَتَابَ عَلَيْهِ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

"Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (QS al-Baqarah: 37)

Jalaluddin as-Suyuthi dalam kitab ad-Durul Mantsûr fît Tafsîril Ma’tsûr berdasarkan riwayat dari ath-Thabrani dalam al-Ausath memaparkan, ketika Nabi Adam diusir ke bumi, ia mendatangi Ka'bah lalu shalat dua rakaat. Allah pun memberika ilham doa berikut ini:

اللّهُمّ إِنّكَ تَعْلَمُ سِرِّيْ وَعَلَانِيَتِيْ فَاقْبَلْ مَعْذِرَتِيْ وَتَعْلَمُ حَاجَتِيْ فَأَعْطِنِيْ سُؤَلِيْ وَتَعْلَمُ مَا فِيْ نَفْسِيْ فَاغْفِرْلِيْ ذَنْبِيْ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ إِيْمَانًا يُبَاشِرُ قَلْبِيْ وَيَقِيْنًا صَادِقًا حَتَّى أَعْلَمُ أَنَّهُ لَا يُصِيْبُنِيْ إِلَّا مَا كَتَبْتَ لِي وَأَرْضِنِيْ بِمَا قَسَّمْتَ لِي

“Ya Allah, sungguh Engkau tahu apa yang tersembunyi dan tampak dariku, karena itu terimalah penyesalanku. Engkau tahu kebutuhanku, maka kabulkanlah permintaanku. Engkau tahu apa yang ada dalam diriku, maka ampunilah dosaku. Ya Allah sungguh aku memohon kepada-Mu iman yang menyentuh kalbuku dan keyakinan yang benar sehingga aku tahu bahwa tidak akan menimpaku kecuali telah Engkau tetapkan atasku. Ya Allah berikanlah rasa rela terhadap apa yang Engkau bagi untuk diriku.”

Allah kemudian menjawab doa Nabi Adam:

“Hai Adam, Aku telah terima taubatmu dan telah Aku ampuni dosamu. Tidak ada seorang pun di antara keturunanmu yang berdoa dengan doa sepertimu kecuali Aku ampuni dosa-dosanya, Aku angkat kesedihan dan kesulitannya, Aku cabut kefakiran dari dirinya, Aku niagakan dia melebihi perniagaan semua saudagar, Aku tundukkan dunia di hadapannya meskipun dia tidak menghendakinya.”

Jamaah shalat Jumat hadakumullah,

Apa yang bisa kita petik dari peristiwa terakhir ini? Di luar ilmu pengetahuan, manusia membutuhkan petunjuk Allah, ilham atau agama. Benar bahwa ilmu itu penting dan menjadi pembeda antara makhluk yang bernama manusia dan makhluk yang bernama binatang. Tapi, agama jauh lebih penting karena ia menjadi jalan bagi setiap orang untuk berada di fitrah ketuhanan.

Dengan ilmu saja manusia masih bisa tersesat. Bukankah peperangan yang mengorbankan jutaan nyawa manusia, kesewenang-wenangan kekuasaan, korupsi uang rakyat, perusakan alam, atau sejenisnya justru berlangsung dan dikendalikan dengan ilmu? Bukankah banyak pula kecanggihan teknologi sebagai produk kemajuan ilmu pengetahuan melahirkan senjata pembunuh, mesin pengerusak, atau perangkat pemuas keserakahan manusia?

Itulah sisi gelap ilmu pengetahuan, dan agama yang memuat nilai-nilai luhur akan meneranginya. Agama memberikan garis yang jelas tak hanya tentang bagaimana menghamba kepada Allah. Tapi juga manusia memuliakan manusia lainnya dan memuliakan alam sekitarnya. Ilmu pengetahuan tentu bisa sangat bermanfaat, tapi godaan nafsu, ego, keakuan, yang dimiliki manusia bisa melencengkannya ke arah hal-hal yang nista.

Kekhalifahan manusia dengan demikian dibentuk oleh dua unsur pokok, yakni ilmu dan agama atau wahyu.

Semoga kita semua dijaga oleh Allah subhânahu wata‘âlâ dari kesesatan berpikir dan tindakan melalui cahaya hidayah-Nya yang luas. Wallahu a'lam bish-shawab.


Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ


اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Tipe Keluarga dalam Al-Qur'an


Kebahagiaan adalah target utama dalam membina rumah tangga. Bahagia di dunia dan bahagia di akhirat. Apa gunanya menikah dan membangun keluarga, tetapi yang ada hanyalah terasa sesak dada, sengsara penuh derita, dan diri menjadi terpuruk. Justru fitrah manusia itu sesuai dengan fitrah pernikahan yaitu sebagai muara kebahagiaan dan ketenangan hidup. 

Siapapun yang membnagun rumah tangga, kaya ataupun miskin, pejabat maupun rakyat, gubernur atau abang bajigur, semuanya adalah berangkat terhadap satu tujuan yaitu mencapai kehidupan yang layak dan membahagiakan. Bagi kita keluarga muslim, selayaknya tujuan hidup difokuskan pada tujuan ukhrawi (akhirat) karena tiada manfaat jika di dunia kita senang tapi di akhirat malah sengsara. Baiknya, di dunia kita senang dan bahagia, di akhirat kita bersuka cita meraih surga.

Pada kenyataannya, ada empat tipe keluarga yang bisa kita pelajari dan teladani atau hindari.

Pertama, tipe keluarga Abu Lahab. Keluarga Abu Lahab adalah tipe keluarga yang paling buruk. Pasalnya, suami dan istri, keduanya berada di dalam kemaksiatan kepada Allah. Suami tukang judi, istri pengedar ekstasi. Suami tidak pernah shalat, istri tukang ngumpat. Suami pendusta, istri tukang zina. Na’udzubillah min dzalik. Keluarga tipe ini bukanlah keluarga yang patut kita teladani.

Kedua, tipe keluarga Fir’aun. Suaminya ahli maksiat, istrinya ahli taat. Tipe masih mendingan dibanding dengan tipe pertama karena istrinya dipastikan masuk serga tetapi suami masuk neraka. Namun, apakah sudi suami Anda menjadi nahli neraka sedangkan Anda senang-senang dalam kebahagiaan akhirat (surga)? Saya kira, tidak. Tidak ada istri yang menginginkan suaminya celaka. Jika ada, inilah istri yang buruk di mata agama dan sesama. Maka, ikhtiar meluruskan dan mengarahkan suami yang tidak taat kepada Allah menjadi suat hal yang sangat wajib bagi istri. Ketika sudah berikhtiar, hasilnya serahkan kepada Allah. Istri akan terlepas dari dosa tetang hal ini.

Ketiga, tipe keluarga Nabi Nuh a.s.. Suaminya ahli ibadah, istrinya ahli bid’ah. Suaminya muwahhid (ahli tauhid), istri musyrikah (ahli syirik). Suami masuk surga, istri ke neraka. Sudikah pula Anda, wahai para suami, melihat istri berada dalam kesengsaraan dan siksa Allah? Jawabnnya harus tidak. Jika tidak “tidak” berarti Anda adalah suami egois. Dan, suami seperti inilah yang nanti akan diminta pertanggungjawaban atas keteledorannya membiarkan istri dalam kemaksiatan dan kemusyrikan. Kecuali jika Anda sudah berusaha, kemudian istri Anda tidak pula berubah, maka Anda tidak didakwa oleh Allah kelak di akhirat layaknya Nabi Nuh a.s..

Keempat, tipe keluarga Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Muhammad saw.. Suami dan isri keduanya adalah ahli taat, ahli ibadah, ahli tauhid, ahli sedekah, ahli shalat. Mereka berdua senantiasa saling memerhatikan dan memberi arahan takut-takut terjerembab ke dalam lubang maksiat. Sekali mereka terjerumus ke lembah dosa dan maksiat, mereka segera beristigfar dan meninggalkan dosa yang dikerjakannya. Tobat dengan tobat yang sebenarnya (taubatan nashuha).

Sahabat muslim yang taat, mau memilih tipe yang mana kita? saya yakin, tidak ada pilihan jitu kecuali memilih tipe keluarga yang keempat. Menjadi keluarga selayak keluarga Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Muhammad saw.. Oleh karena itu, mari sama-sama berjuang membangun keluarga SAMARA (sakinah, mawaddah, rahmah) sepanang masa.


Kiat-kiatnya, (1) menjadi keluarga berilmu, (2) menjadi keluarga yang menyesuaikan amal dengan ilmu, (3) menjadi keluarga yang saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran, dan (4) menjadi keluarga yang senantiasa syukur dan sabar menyikapi kehidupan.

Senin, 15 Mei 2017

Jadwal Pelaksanaan Ujian SBMPTN 2017

Jadwal Pelaksanaan Ujian SBMPTN 2017


Pelaksanaan ujian tertulis SBMPTN 2017 dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia dengan jadwal sebagai berikut:
Hari dan
Tanggal
WIB
Kegiatan
Saintek
Soshum
Campuran
Selasa,
16 Mei 2017
07.00-07.30
Peserta masuk ruang ujian, mengisi biodata, pemeriksaan Identitas
-
07.30-09.15
Tes Kemampuan Dasar Saintek (TKD Saintek)
-
09.15-09.45
Istirahat
-
09.45-10.00
Peserta masuk ruang ujian & mengisi biodata*)
10.00-11.45
Tes Kemampuan dan Potensi Akademik (TKPA)
11.45-13.00
Istirahat
-
13.00-13.15
Masuk ruang ujian & mengisi biodata*)
-
13.15-14.30
Tes Kemampuan Dasar Soshum (TKD Soshum)
-
Catatan *): Verifikasi peserta dilakukan pada setiap sesi ujian dengan tidak                                       mengurangi waktu pelaksanaan ujian (verifikasi peserta dilakukan pada saat ujian berlangsung).







Source : https://sbmptn.ac.id/

Minggu, 14 Mei 2017

Hei Para Mahasiswa Baru! Ini 10 Tips Agar Tak Sia-Sia Masa Perkuliahanmu

Sahabat Buletin Santri, tahun ajaran baru sudah dimulai! Buat kamu yang baru aja lulus SMA, inilah fase hidup barumu sebagai mahasiswa. Kehidupan perkuliahan pastinya punya dinamika yang beda dengan SMA. Kamu dituntut lebih cermat dan mandiri, bisa berteman dengan siapa saja dan pandai memotivasi diri sendiri.
Jika dijalani dengan baik, kehidupan perkuliahan akan menjadi saat-saat yang tidak terlupakan dan sangat berguna buat kehidupan kamu selanjutnya. Yuk, simak 10 tips supaya kamu bisa menjalani kehidupan perkuliahan dengan baik disini!

1. Manfaatkan ospek bukan hanya sebagai ajang perploncoan. Paling tidak, carilah 3-5 orang teman.
Malas ikutan ospek karena tugasnya yang seabrek? Coba buang jauh-jauh rasa malas kamu. Lihatlah sisi positif dari agenda wajib mahasiswa baru ini. Tujuan ospek sebenarnya adalah memperkenalkan kamu pada dunia perkuliahan. Yang paling penting, ini adalah ajang di mana kamu bisa berkenalan dengan teman-teman kampusmu.
Ini penting, lho! Karena teman-teman yang kamu temukan di ospek inilah yang akan berjuang bareng sama kamu selama 4 tahun ke depan. Temukan teman yang cocok denganmu, yang bisa diajak hangout, memberikan efek positif, dan juga seru untuk berdiskusi tentang kuliah.

2. Kakak kelasmu sebenarnya tidak akan menolak kamu tanya-tanya. Rasa seganmu justru akan membuat mereka memandangmu cute
Bingung sama materi kuliah? Atau bingung cara menghadapi dosen yang dikenal killer? Jangan ragu untuk tanya tips dan triknya sama senior kamu. Mereka yang lebih dulu menghadapi hal-hal seperti itu pasti sudah punya cara jitu juga buat mengatasinya. Nggak perlu takut dianggap cari perhatian atau sok akrab. Asal niat kamu baik dan cara pendekatan kamu juga asik, senior pasti dengan senang hati bakal bantu kamu. Kenal sama senior juga penting, lho, untuk membangun jaringan kamu yang akan berguna saat kamu lulus nanti.

3. Berteman di lingkaran yang itu-itu saja saat SMA? Sekarang waktunya kamu mengubahnya
Teman-teman yang pertama kali kamu kenal di kuliah kemungkinan besar pasti akan jadi sahabat kamu juga. Tapi jangan sampai kamu terperangkap pada lingkungan pertemanan yang itu-itu aja.
Kamu perlu memperluas lingkaran pertemananmu. Ini akan memudahkanmu dalam banyak hal: tugas kuliah, urusan organisasi, urusan ingin pindah kost, bahkan saat kamu sudah mulai mencari kerja nanti. Pastinya, pertemanan yang luas akan membantu kamu untuk membangun jaringan yang luas juga.

4. Dosen nyuruh beli buku ini-itu? Pssst… pinjam aja!
Ini adalah tips penting yang kerap terlupakan. Jangan latah beli semua buku teks perkuliahan. Jangan terpengaruh teman-temanmu yang punya buku seabrek. Jangan pula langsung percaya kalau dosenmu bilang kamu wajib beli buku yang dia rekomendasikan ke kelas.
Harga buku-buku teks itu nggak murah. Sebelum kamu langsung membelinya (atau membajaknya di tempat fotokopian), lebih baik cari apakah buku itu tersedia online di Google Books. Memang, Google Books biasanya hanya akan menampilkan beberapa bab dari sebuah buku. Tapi dosen kamu juga sama: biasanya, yang akan digunakan dalam kelas hanya bagian-bagian tertentu dari buku itu.
Kalau kelas kamu menggunakan artikel-artikel jurnal, cari apakah artikel tersebut tersedia secara gratis di internet. Kalau universitasmu berlangganan situs-situs penyimpan jurnal seperti JSTOR, Routledge, dan Cambridge Journals, maka hidupmu sebenarnya sudah dimudahkan. Kamu tinggal unduh saja PDF artikel jurnal tersebut dari internet secara gratis dan legal. Selain itu, kamu juga bisa patungan sama teman. Kalau kamu beli buku untuk mata kuliah A, dia beli untuk mata kuliah B. Jadi kalian bisa saling pinjam. Kamu juga bisa meminjam buku-buku lama milik senior kamu.

5. Mungkin ini pertama kalinya kamu hidup dari uang bulanan tetap. Pastikan ini kamu gunakan dengan cermat
Sebagai mahasiswa, kamu akan dianggap sudah dewasa oleh orangtuamu dan dituntut untuk lebih mandiri. Karena belum dapat menghasilkan uang sendiri, kamu masih akan diberi uang saku oleh orangtuamu, biasanya rutin setiap awal bulan. Uang bulanan tersebut akan menjadi biaya hidup kamu selama sebulan penuh dan usahakan jangan sampai kamu harus meminta uang tambahan.
Untuk menghindari minta uang tambahan, kamu harus cermat dalam menggunakan uang bulanan. Perhitungkan harus berapa kali kamu makan dalam sehari, harus beli kebutuhan apa aja untuk di kost, berapa budget untuk transportasi, dan lebih baik lagi kalau kamu bisa menabung.
Pikirkan juga budget kamu untuk main dengan teman-teman. Sosialisasi itu perlu, tapi jangan sampai akhir bulanmu merana, ya.

6. Sebagai mahasiswa baru, ini waktunya memberi kesan yang baik. Jangan malas — apalagi tidur di kelas
Jadwal kuliah yang padat kadang memang membuat kita capek dan malas. Belum lagi kalau kuliahnya super pagi. Rasanya kamu mau balik tidur aja.
Jangan memanjakan rasa malasmu! Memang, sih, godaan titip presensi kepada teman memang menggoda. Tapi, belum tentu juga temanmu punya kesempatan untuk itu. Bisa jadi, dosenlah yang akan mengecek presensi mahasiswa satu per satu. Kalau presensi kamu kurang dari ketentuan, kamu mungkin nggak bisa ikut ujian. Sia-sia, kan, kuliahmu 1 semester?
Jangan malas juga untuk mengerjakan tugas. Selain bisa menambah nilai, kesan kamu di mata dosen juga akan baik.

7. Dosen-dosenmu memang sangat sibuk. Tapi cobalah tanyakan kapan kamu bisa bertemu dengan mereka dan berkonsultasi
Berkonsultasi di sini bukan dalam konteks negatif, lho. Maksudnya, cobalah untuk berusaha dikenal dengan baik oleh dosen. Keuntungannya? Banyak! Selain kamu bisa diskusi mengenai materi kuliah, kamu juga bisa ikut proyek penelitian yang sedang dijalani sama dosenmu. Ikut proyek penelitian ini bisa menjadi pengalaman bekerja kamu dan tentunya kamu akan mendapat uang saku tambahan yang lumayan untuk memanjakan diri atau sekedar hangout dengan teman-teman. Oh, ya. Ilmu yang didapat dari ikut proyek penelitian juga sangat banyak dan berguna buat kamu.
Selain itu, dekat dengan dosen akan memudahkanmu meminta surat rekomendasi kalau kamu mau mendaftar beasiswa ke luar negeri. Mau dong, menghabiskan 1-2 semester di luar negeri dengan biaya negara?

8. Tolong jangan jadi mahasiswa kupu-kupu. Selagi punya waktu, ini saatnya mengeskplorasi bakat dan minatmu
Kuliah adalah saat yang tepat untuk kamu mengeksplor minat dan bakat kamu. Kalau di SMA dulu kamu ikut ekstrakurikuler tertentu, kamu bisa lanjutkan minatmu itu dengan ikutan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Di samping menyalurkan minat dan bakatmu, UKM juga bisa menjadi wadah kamu untuk memperluas pertemanan karena lingkupnya yang mencakup 1 universitas.
Selain ikut UKM, kamu juga bisa ikut organisasi-organisasi di dalam maupun luar kampus. Dengan bergabung dalam organisasi, kamu dapat mengasah jiwa kepemimpinanmu dan belajar untuk mengorganisir kegiatan kampus. Banyak juga lowongan kepanitiaan event di luar kampus yang bisa kamu ikuti, seperti panitia acara musik atau festival film. Nggak ada salahnya untuk bergabung karena kamu akan dapat pengalaman yang luar biasa.

9. Atur waktumu dengan membuat jadwal khusus. Misalnya, acara UKM hanya ada di hari Senin atau Selasa
Jadwal kuliah yang padat, latihan di UKM, rapat organisasi, main dengan teman-teman, dan sederet kegiatan lainnya lambat laun akan membuat kamu kewalahan. Nggak menutup kemungkinan, jadwal padat itu bisa memberikan efek kurang baik pada nilaimu.
Jadi sedari awal kamu sudah harus tahu mana yang menjadi prioritas utama. Kamu harus tahu kegiatan mana yang wajib dan segera kamu lakukan terlebih dahulu. Atur waktu sebaik mungkin supaya kegiatanmu seimbang, dan tidak ada tugas atau kewajiban akademik yang keteteran. Tidak ada salahnya untuk membeli buku agenda untuk mencatat seluruh kegiatanmu setiap harinya.

10. Cobalah bersikap ramah pada siapa saja. Kamu tidak tahu siapa yang akan membalasnya dengan keramahan yang sama
Ramah kepada teman? Sudah pasti. Ramah kepada senior? Ini juga harus. Ramah kepada dosen? Apalagi! Tapi yang ada di kampus nggak hanya mereka aja, lho. Masih ada pegawai akademik, petugas kebersihan, dan juga petugas keamanan. Bersikap ramah kepada mereka dapat memberikan kemudahan pada kita. Saat kita ada kesulitan dengan urusan administrasi kampus, pegawai akademik akan dengan senang hati membantu kita jika kita bersikap ramah kepada mereka.
Begitu juga dengan petugas kebersihan dan keamanan. Saat kita kehilangan barang di kampus, pasti mereka akan dengan senang hati membantu mencari barang tersebut. Nggak ada salahnya ramah kepada seluruh orang di kampus karena dengan adanya mereka, kehidupan kampus kita akan berjalan dengan lancar.


Silakan mencoba tips dari Buletin Santri Nurul Ulum dan selamat menikmati kehidupan kuliah!

Kamis, 30 Maret 2017

Kisah Cinta Qays dan Layla


Laila Majnun adalah sebuah kisah dari rakyat arab, tentang kecantikan seorang gadis bernama Laila, yang menarik hati seorang pemuda, Qais keturunan Bani Amir.
Qais yang semula pandai, gagah dan berasal dari kabilah terhormat, menjadi majnun alias gila, karena kasihnya yang tak sampai. Qais, yang tersiksa karena takdir yang selalu memusuhinya, sedang hasrat tak mampu ditundukan hatinya, menjadikan dia lupa akan hakikat hidupnya sendiri. Walau kegilaan yang dialaminya mengilhami tutur bahasa sastra yang indah, dan ketulusan jiwa dalam derita cinta, tetap saja sebutan majnun tak dapat ditepisnya.
Kisah tentang Qais dan Laila yang hidup di suatu negeri wilayah tanah Arab. Qais yang berwajah tampan dan Laila yang terkenal akan kecantikannya, yang menjadi dambaan setiap laki-laki. Akhirnya cinta mereka kandas karena adat melarang mereka untuk mengekspresikan gelora cintanya. Maka, tumpah ruahlah segala rasa rindu dan cinta dalam bentuk syair dan puisi yang mengalir menentang takdir mereka.
Suatu ketika Qais memutuskan ikut berniaga ke negeri lain bersama ayahnya agar kelak ia memiliki bekal pengetahuan sendiri tentang perniagaan. Ketika pamit kepada Laila, Qais memberikan seuntai kalung mutiara sebagai tanda kesetiaannya. Qais minta Laila berjanji untuk melepaskan sebuah mutiara dari untaiannya apabila waktu sudah menunjukkan bulan baru. Ia pun berjanji akan kembali sebelum untaian mutiara habis.
Meskipun sangat sedih, Laila merelakan kekasihnya pergi mencari pengalaman.
Sepeninggal Qais, Laila hanya bermenung diri dan menciptakan syair sebagai pelambang rindu. Suatu hari, ayah Laila, Al-Mahdi, pulang ke rumah bersama seorang tamu bernama Sad bin Munif, yang diajak menginap. Tamu itu seorang saudagar kaya raya yang berasal dari Irak. Ketika berjumpa Laila, Sad bin Munif langsung jatuh cinta dan melamar Laila kepada ayahnya. Tanpa sepengetahuan Laila, Al-Mahdi menerima lamaran tersebut karena tergiur oleh mas kawin 1.000 dinar dan harta kekayaan Sad bin Munif. Laila tak berdaya melawan perintah ayahnya karena adat memang menyatakan bahwa laki-laki berkuasa atas perempuan. Sementara itu, Qais yang telah memasuki bulan ke-9 ikut berniaga ke negeri-negeri seperti Damsjik, Jerusalem, Hims, Halab, Anthakijah, Irak, Koefah, hingga Basrah tidak dapat lagi menahan rindunya terhadap Laila. Wajahnya tampak muram dan badannya semakin kurus.
Ayah Qais melihat kesedihan anaknya dan menanyakan ada apakah gerangan yang telah mengganggu pikirannya. Akhirnya Qais berterus terang tentang kisah cintanya dengan Laila. Demi mendengar penuturan anaknya, Al-Mulawwah memutuskan segera kembali ke kampung halamannya dan berjanji akan melamar Laila untuk Qais. Ketika sampai kampung halaman, Al-Mulawwah bergegas menemui ayah Laila dan menawarkan 100 unta sebagai pengganti uang 1.000 dinar yang telah diberikan Sad bin Munif. Akan tetapi, dengan sombongnya, ayah Laila menolak lamaran Al-Mulawwah. Tak berapa lama kemudian, pesta perkawinan Laila dan Sad bin Munif diselenggarakan secara besar-besaran. Maka, hancur luluhlah hati Qais. Tak ada satu obat pun yang bisa menyembuhkan sakitnya ini, meskipun orangtuanya telah mendatangkan banyak tabib ternama. Sejak itu Qais tidak mau berbicara kepada orang lain, ia sibuk dengan dirinya sendiri dan sering kali terlihat berbicara sendiri. Karena perilaku aneh inilah orang sekampungnya memanggil Qais dengan Majnun, yang berarti kurang sempurna pikirannya.
Akan halnya Laila, meskipun kini telah menjadi istri Sad bin Munif, ia tetap mencintai Qais. Menurut Laila, secara fisik ia boleh menjadi istri Sad bin Munif, tetapi jiwanya tetap untuk Qais. Dalam ungkapannya, di dunia Qais dan Laila bukanlah pasangan suami istri, tetapi di akhirat mereka menjadi pasangan abadi. Karena tak kuat menanggung penderitaan cinta ini, Laila sakit dan selalu memanggil nama Qais. Akhirnya Qais pun dipanggil untuk menemui Laila. Ketika mereka bertemu, Laila memberi pesan terakhir bahwa mereka akan bertemu nanti di akhirat sebagai sepasang kekasih. Demi melihat kekasihnya meninggal, putus asalah Qais. Tak ada lagi keinginannya untuk hidup. Sehari-hari kerjanya hanya duduk di pusara Laila hingga akhirnya Qais meninggal. Maka, jasad Qais pun dibaringkan di samping pusara Laila.

Kira-kira 10 tahun kemudian, beberapa musafir menziarahi kubur mereka berdua. Di atas kedua pusara itu telah tumbuh dua rumpun bambu yang pucuknya saling berpelukan. Maka, masyhurlah kisah ini sebagai kisah Laila-Majnun.

Rabu, 29 Maret 2017

Strategi Jitu Pengelolaan Uang


Sahabat Buletin Santri, memiliki penghasilan besar hingga puluhan juta per bulan, mungkin menjadi harapan banyak orang. Penghasilan besar, hidup pun nyaman. Demikian rumus umum yang dipercaya oleh kebanyakan kalangan.

Tapi, apakah benar demikian? Penghasilan besar bukanlah jaminan hidup akan selalu nyaman. Gaji berpuluh juta belum tentu menjauhkan seseorang dari masalah keuangan.

Kuncinya ada pada pengelolaan keuangan yang tepat. Kalangan dengan penghasilan minimal juga bisa menjalankan hidup nyaman tanpa dibebani dengan masalah keuangan, selama pengelolaan uang mereka bijaksana.

Nah, strategi apa yang perlu Sahabat terapkan agar terhindar dari masalah keuangan kendati memiliki penghasilan minim? Simak tips berikut ini:

1. Biasakan mengetahui pola keuangan pribadi
Setiap hari, biasakan mencatat pengeluaran dengan detail. Selama sebulan, Anda akan mendapatkan catatan pengeluaran pribadi dan bisa mempelajari dengan baik. Apakah dalam daftar tersebut ada keputusan belanja yang kurang tepat?
Bertanyalah pada diri sendiri, apakah ada transaksi atau pembelian barang yang sebenarnya lebih bersifat “keinginan” ketimbang “kebutuhan”? Dari histori pengeluaran tersebut, Anda juga dapat melihat pos pengeluaran mana saja yang bisa Anda tekan.

2. Pilih-pilih pengeluaran dan berhematlah
Melihat pola keuangan pribadi akan memudahkan Anda melakukan evaluasi dan membuat kebijakan. Mana pos pengeluaran yang bisa Anda tekan atau hilangkan. Aksi penghematan seperti apa yang dapat Anda terapkan segera.
Misalnya, dari penghematan biaya makan sehari-hari, biaya transportasi, biaya listrik dan pulsa telpon, dan lain sebagainya. Hitunglah nilai peluang penghematan dan mulailah mengalihkannya menjadi tabungan.

3. Menabunglah walau dari nilai terkecil
Anda harus percaya ungkapan, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Bila saat ini Anda baru bisa menyisihkan uang tak sampai Rp 100.000 per bulan untuk ditabung, tetaplah lakukan itu.
Tabunglah uang sedapatnya. Jangan karena nilainya sedikit maka Anda merasa akan sia-sia menyisihkan demi masa depan. Menabung dari uang receh kembalian yang sering terlupakan juga bisa Anda praktekkan.

4. Mulailah investasi
Berpendapatan minim bagaimana bisa investasi? Jawabannya adalah bisa. Anda bisa berinvestasi dari modal uang yang Anda sisihkan sebagai tabungan itu di instrument investasi bermodal ringan.
Misalnya, mengambil tabungan emas di Pegadaian atau mulai membeli reksadana yang bisa Anda beli dengan modal ringan. Investasi merupakan salah satu cara ampuh melawan inflasi atau penurunan nilai uang.

5. Carilah pendapatan tambahan
Selain mengelola keuangan dengan baik dan memulai investasi, supaya tingkat keuangan Anda lebih baik, pikirkanlah mencari nafkah tambahan.
Zaman digital seperti saat ini membuka banyak peluang bagi Anda mencari pendapatan. Misalnya, menjadi ojek online, berjualan barang secara online dengan menjadi dropshipper atau reseller, dan lain sebagainya.

Manfaat Membaca



Siapa diantara Sahabat Buletin Santri yang gemar membaca? Aku yakin, pasti semuanya gemar membaca !. Nah, kali ini, Sahabat Buletin Santri akan memberikan berbagai manfaat dari gemar membaca. Hmmm, seperti apa ya? Yuk, simak manfaat-manfaat berikut !

1.      Melatih kemampuan berpikir

Otak ibarat sebuah pedang, semakin diasah akan semakin tajam. Begitu juga sebaliknya.

Lalu apa alat yang efektif untuk mengasah otak?

Jawabannya adalah membaca. Menurut Astri Novia (2010) pilihlah satu jenis buku yang Anda sukai, seperti literatur klasik, fiksi ilmiah, atau buku pengembangan diri. Dengan cara ini otak akan bertambah kuat. Bacalah buku sebanyak mungkin. Menurut para ahli, keuntungan dari membaca buku dapat memberikan dampak yang menyenangkan bagi otak kita. Membaca juga membantu meningkatkan keahlian kognitif dan meningkatkan perbendaharaan kosakata.

2.      Meningkatkan Pemahaman

Contoh nyata dari manfaat ini banyak dirasakan oleh siswa maupun mahasiswa. Di mana membaca dapat meningkatkan pemahaman dan memori, yang semula tidak mereka mengerti menjadi lebih jelas setalah membaca. Secara logika, tidak mungkin siswa atau mahasiswa memahami materi pelajaran/kuliah jika mereka tidak membaca. Jelas sudah, bahwa membaca sangat berperan dalam membantu seseorang untuk meningkatkan pemahamannya terhadap suatu bahan/materi yang dipelajari.

3.      Menambah wawasan dan ilmu pengetahuan

Manfaat yang satu ini mungkin Sahabat Buletin Santri sudah sering mendengar sejak kecil. Kita pasti ingat berapa kali guru-guru kita mengingatkan bahwa membaca adalah satu sarana untuk membuka cakrawala dunia. Dengan memiliki banyak wawasan dan ilmu pengetahuan, kita akan lebih percaya diri dalam menatap dunia. Mampu menyesuaikan diri dalam berbagai pergaulan dan tetap bisa survive dalam menghadapi gejolak zaman.

4.      Mengasah kemampuan menulis

Selain menambah wawasan dan ilmu pengetahuan, membaca juga bisa mengasah kemampuan menulis Sahabat Buletin Santri. Selain itu, Sahabat juga bisa mendapat bahan menulis semakin luas, Sahabat juga bisa mempelajari gaya-gaya menulis orang lain dengan membaca tulisannya. Lewat membaca Anda bisa mendapatkan kekayaan ide yang melimpah untuk menulis.

5.      Mendukung kemampuan berbicara di depan umum

Membaca adalah aktivitas yang akan membuka cakrawala dan pengatahuan kita terhadap dunia. Terbatasnya jangkauan diri kita terhadap peristiwa-peristiwa di dunia, hanya bisa dijangkau dengan membaca. Selain mendapatkan informasi tentang berbagai peristiwa, membaca juga mampu meningkatkan pola pikir, kreativitas dan kemampuan verbal, karena membaca akan memperkaya kosa kata dan kekuatan kata-kata. Meningkatnya pola pikir, kreativitas dan kemampuan verbal akan sangat mendukung dalam meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum.

6.      Meningkatkan Konsentrasi

Orang yang suka membaca akan memiliki otak yang lebih konsentrasi dan fokus. Dengan ini, pembaca akan memiliki kemampuan untuk memiliki perhatian penuh dan praktis dalam kehidupan. Ini juga mengembangkan keterampilan objektivitas dan pengambilan keputusan.

7.      Menjauhkan risiko penyakit Alzheimer

Membaca benar-benar dapat langsung meningkatkan daya ikat otak. Ketika membaca, otak akan dirangsang dan stimulasi (rangsangan) secara teratur dapat membantu mencegah gangguan pada otak termasuk penyakit Alzheimer. Penelitian telah menunjukkan bahwa latihan otak seperti membaca buku atau majalah, bermain teka-teki silang, Sudoku, dan lain-lain dapat menunda atau mencegah kehilangan memori. Menurut para peneliti, kegiatan ini merangsang sel-sel otak dapat terhubung dan tumbuh.

8.      Sarana Refleksi dan Pengembangan Diri

Kita dapat mengetahui pemikiran seorang pengusaha atau seorang trainer tanpa kita harus menjadi pengusaha atau trainer. Artinya kita bisa mempelajari bagaimana cara orang lain dalam mengembangkan diri. Ini penting bagi kita sebagai bahan pertimbangan atau pembanding sebelum kita melakukan suatu hal.

Oke! Gimana Sahabat Buletin Santri? Sudah jelas kan? Kalau membaca itu banyak sekali manfaatnya. Jika kalian tertarik dengan salah satu mafaat atau berbagai manfaat di atas, kenapa kita tidak mencobanya mulai dari sekarang?

Wallahu a'lam bishowab

Tim Redaksi Buletin Santri Nurul Ulum. Diberdayakan oleh Blogger.