Munas Alim Ulama dan Konbes Nahdlatul Ulama

Selamat dan Sukses Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama pada 24-26 November 2017 di Islamic Center Lombok, NTB.

Selamat Hari Santri Nasional

Selamat Hari Santri Nasional 2017. Santri Mandiri, NKRI Hebat. Santri NUsantara.

Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 H

Mari tumbuhkan sikap terpuji dengan meneladani akhlak Nabi.

Revolusi Digital NU

Semoga dengan diluncurkannya layanan digital ini dapat memenuhi kebutuhan umat di era serba digital.

Hari Santri Nasional

Keluarga Besar Pondok Pesantren Nurul Ulum mengucapkan Selamat Hari Santri Nasional. Santri Mandiri, NKRI Hebat.

Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Desember 2017

Jerman Operasikan Kereta Cepat Baru dari Berlin ke Munich


Jakarta, CNN Indonesia -- Ketersedian angkutan umum yang layak membuat turis jadi merasa nyaman saat berwisata ke suatu negara. Jika pilihannya Jerman, maka jangan khawatir, karena layanan kereta di sana sangat bisa diandalkan untuk bepergian.
Saat ini ada layanan kereta baru di sana, yang menghubungkan Berlin dan Munich hanya dalam waktu kurang dari empat jam.
Dilansir dari Lonely Planet, layanan kereta cepat itu baru saja diresmikan pada minggu ini.
Rute yang dilewati kereta cepat ini ialah Munich, Nuremberg, Erfurt, Leipzig, dan Berlin. Rute ini terhubung dengan rel kereta sepanjang 623 kilometer.
Kereta cepat ini bakal melaju dengan kecepatan 300 kilometer per jam dan beroperasi dari pukul 6 pagi sampai 6 sore setiap harinya.
Sebelumnya, ada kereta dengan rute yang sama. Namun, tidak terlalu cepat, sehingga perjalanan dari Berlin ke Munich memakan waktu hingga 4 jam 30 menit.
Kereta cepat ini mampu menampung 700 orang dalam satu kali perjalanan. Ditargetkan, ada 10 ribu penumpang yang terangkut setiap harinya.
"Semakin singkatnya waktu perjalanan, akan membuat perjalanan semakin nyaman. Kereta cepat ini akan melewati 45 stasiun dan bisa ditumpangi dari berbagai stasiun transit," kata pihak perusahaan jasa kereta api di Jerman, Deutsche Bahn.
Turis yang akan datang ke Jerman dan berencana untuk melakukan perjalanan menggunakan kereta sebaiknya meluangkan waktu untuk datang ke stasiun lebih awal, karena Deutsche Bahn berencana untuk menutup pintu kereta lebih awal.
Aturan tersebut sudah mulai berlaku tahun ini. Walau sudah tiba tepat waktu di stasiun, kereta akan menutup pintu 20 detik lebih cepat, sebelum berangkat menuju stasiun berikutnya.
Aturan itu pertama kali diuji coba di stasiun Cologne dan Hanover. Sebelumnya, kereta menutup pintu 10 detik lebih cepat.
Pihak Deutsche Bahn mengklaim, kalau hanya beberapa orang yang ketinggalan kereta saat aturan baru itu diterapkan.

Tapi, bisa dipastikan, kalau sebagian besar orang yang berhasil naik kereta merupakan penduduk Jerman yang memang sudah terbiasa tepat waktu.

Selasa, 28 Maret 2017

Masjid Muslim Indonesia akan Diresmikan Hari Ini


Hari ini, 28 Maret 2017 akan menjadi momen yang sangat bersejarah bagi PPME Al-Ikhlash Amsterdam karena Masjid Al-Ikhlash yang berada di Pusat Kebudayaan Indonesia ini akan diresmikan. “Ini adalah momen yang ditunggu-tunggu masyarakat Indonesia di Amsterdam dan sekitarnya yang telah lama ingin memiliki gedung sendiri untuk aktivitas budaya dan keagamaan,” kata KH Muzayyin, salah satu pendiri organisasi ini.

“Sebelum memiliki gedung ini, kami harus menyewa gedung ke organisasi lain. Bahkan sebelumnya, kami harus pindah dari satu rumah ke rumah lain untuk melaksanakan pertemuan dan ibadah,” kata Hj. Mutqiyah, guru senior di PPME Al-Ikhlash Amsterdam yang masih memiliki hubungan kerabat dengan Almarhum Gus Dur.

Menurut ketua PPME Al-Ikhlash Amsterdam, Rudi Kosasih, peresmian masjid direncanakan akan dilakukan oleh Menteri Agama RI, H. Lukman H. Saifuddin, di sela-sela kunjungannya ke Belanda untuk membuka dan memberi ceramah pada konferensi internasional Rethinking Indonesia’s Islam Nusantara di kampus Vrije Universiteit Amsterdam yang diselenggarakan oleh Nahdlatul Ulama (NU) Belanda.

“Insyaallah, dalam peresmian masjid nanti Menteri Agama akan didampingi oleh beberapa Duta Besar RI yang juga menghadiri event internasional tersebut,” kata pemilik usaha restoran ini. Para Duta Besar itu adalah I Gusti Wesaka Puja (Dubes RI untuk Belanda), Achmad Chozin Chumaidy (Dubes RI untuk Lebanon), Agus Maftuh Abegebriel (Dubes RI untuk Arab Saudi), Safira Machrusah (Dubes RI untuk Aljazair), dan Husnan Bey Fananie (Dubes RI untuk Azerbaijan).


Pendapat Lima Dubes terkait Konferensi Islam Nusantara di Belanda




Selain diikuti para pemakalah, mahasiswa dari banyak negara, konferensi internasional tentang Islam Nusantara yang digelar Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Belanda juga diikuti lima duta besar RI dari Belanda, Lebanon, Arab Saudi, Aljazair, dan Azerbaijan. Simak komentar mereka tentang acara yang digelar di Vrije Universiteit Amsterdam, Belanda, seperti yang dilaporkan Hamzah Sahal dari NU Online, Senin (27/3).

H.E. I Gusti Agung Wesaka Puja, Dubes RI untuk Belanda:

Pertama, seminar Islam di Belanda ini prakarsa yang sangat baik di saat situasi politik di Belanda yang dewasa ini menunjukkan nuansa yang sangat lain dari wajah Islam yang disampaikan oleh sebagian politisi Belanda yang ekstrem kanan. Kita berkepentingan untuk meluruskan perskpektif mereka tentang Islam.

Kedua, ini sebuah acara penting untuk mengumpulkan tokoh-tokoh Muslim, peneliti dunia Islam dan tokoh NU dari berbagai negara.

Ketiga, dalam konteks sosial budaya, acara ini memberikan semacam wahana di mana kita bisa menunjukkan pemikiran, budaya, praktik hidup bangsa Indonesia di depan publik di Belanda.

Agus Maftuh, Dubes RI untuk Arab Saudi:

Saya senang lihat NU di luar negeri. Saya senang lihat batik NU, dengar mereka bicara di muka umum, hingga bertukar humor. Saya senang sekali. Ini jalan untuk membuka syiar Islam damai yang belakangan tertutup oleh konflik berkepanjangan di Timur Tengah.

Chozin Chumaidi, Dubes  RI untuk Libanon:

Rasa syukur dan bangga pada yang digelar Belanda. Acara ini menguatkan jaringan Islam Sunni yang moderat. Islam ala Aswaja yang moderat. Acara ini tidak boleh berhenti, semuanya harus mendukung. PBNU, masyarakat, dan pemerintah Indonesia. Ini baru permulaan, belum mekar. Tugas kita memekarkan tumbuhan yang sudah ditanam anak-anak muda di PCINU Belanda.

Safira Rosa Masrucha, Dubes RI untuk Aljazair:

Saya melihat orang segitu banyak enjoy semua. Dari banyak kalangan, dari banyak negeri. Mereka datang menikmati tradisi Islam dan Islam tradisi yang berkembang di Indonesia. Acara begini adalah kebutuhan mendesak, perlu dikembang ke depan.

Husnan Bey Fananie, Dubes RI untuk Azerbaijan:

Ini bukan sekadar acara. Ini momentum untuk yang memperkenalkan Islam di Indonesia. Dunia belum tahu Islam di Indonesia seperti apa. Banyak yang membayangkan kayak di Timur Tengah. Kita multibudaya yang tidak ada di negeri Muslim lain dan damai dengan segala dinamikanya.

Seminar ini kerja taktis dan diplomatis yang sangat jitu dalam menghadapi persepsi jelek tentang Islam. Islam sebagai inspirasi damai di Indonesia harus disuarakan dengan lantang dan konsisten.
 

Sabtu, 25 Maret 2017

Makam Yesus Dibuka Lagi




YERUSALEM - Situs yang diyakini sebagai makam Yesus telah dibuka kembali untuk publik di Yerusalem sejak Rabu lalu. Tapi, para ilmuwan memperingatkan bahwa situs suci tersebut rawan runtuh.

Tim pekerja dan para ilmuwan dari Universitas Teknik Nasional Athena (NTUA) telah menghabiskan sembilan bulan terakhir untuk merestorasi Edicule, sebuah situs yang diyakini sebagai makam Yesus di Yerusalem Timur.

Gereja Ortodoks Yunani, Katolik Armenia dan Romawi adalah penjaga bersama situs makam tersebut. Tiga otoritas gereja itu bersatu mendanai proyek restorasi makam Yesus senilai lebih dari USD3 juta.

Laporan lain menyebut Raja Yordania Abdullah II juga menjadi donatur besar dalam proyek ini. Tapi, pemerintah Yordania enggan mengonfirmasi. Pemerintah Yordania secara resmi ikut dalam prosesi pembukaan situs makam tersebut.

”Untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua abad, (situs) suci Edicule ini telah dipulihkan,” kata Theophilos III dari otoritas Gereja Ortodoks Yunani pada upacara pembukaan situs makam Yesus.

Bagian lain dari situs itu telah direnovasi pada tahun 1960 dan 1990-an. Namun renovasi terhenti sampai 2016 karena tiga otoritas penjaga situs makam tersebut terlibat perseteruan.

Restorasi kali ini mencakup sistem ventilasi yang dipasang dengan baut titanium ke dalam lempengan batu yang menutupi makan Yesus. Teknik ini mirip dengan restorasi untuk situs Acropolis dan Hagia Sophia.

Tetapi para ilmuwan telah memperingatkan bahwa pekerjaan restorasi rawan menjadi bencana runtuhnya situs tersebut.

”Ketika gagal, kegagalan tidak akan menjadi proses yang lambat, tapi bencana,” kata Antonia Moropoulou, kepala pengawas ilmiah NTUA, kepada National Geographic, yang dilansir semalam (23/3/2017). (international.sindonews.com)
 

Tim Redaksi Buletin Santri Nurul Ulum. Diberdayakan oleh Blogger.