Munas Alim Ulama dan Konbes Nahdlatul Ulama

Selamat dan Sukses Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama pada 24-26 November 2017 di Islamic Center Lombok, NTB.

Selamat Hari Santri Nasional

Selamat Hari Santri Nasional 2017. Santri Mandiri, NKRI Hebat. Santri NUsantara.

Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 H

Mari tumbuhkan sikap terpuji dengan meneladani akhlak Nabi.

Revolusi Digital NU

Semoga dengan diluncurkannya layanan digital ini dapat memenuhi kebutuhan umat di era serba digital.

Hari Santri Nasional

Keluarga Besar Pondok Pesantren Nurul Ulum mengucapkan Selamat Hari Santri Nasional. Santri Mandiri, NKRI Hebat.

Kamis, 14 Desember 2017

Jerman Operasikan Kereta Cepat Baru dari Berlin ke Munich


Jakarta, CNN Indonesia -- Ketersedian angkutan umum yang layak membuat turis jadi merasa nyaman saat berwisata ke suatu negara. Jika pilihannya Jerman, maka jangan khawatir, karena layanan kereta di sana sangat bisa diandalkan untuk bepergian.
Saat ini ada layanan kereta baru di sana, yang menghubungkan Berlin dan Munich hanya dalam waktu kurang dari empat jam.
Dilansir dari Lonely Planet, layanan kereta cepat itu baru saja diresmikan pada minggu ini.
Rute yang dilewati kereta cepat ini ialah Munich, Nuremberg, Erfurt, Leipzig, dan Berlin. Rute ini terhubung dengan rel kereta sepanjang 623 kilometer.
Kereta cepat ini bakal melaju dengan kecepatan 300 kilometer per jam dan beroperasi dari pukul 6 pagi sampai 6 sore setiap harinya.
Sebelumnya, ada kereta dengan rute yang sama. Namun, tidak terlalu cepat, sehingga perjalanan dari Berlin ke Munich memakan waktu hingga 4 jam 30 menit.
Kereta cepat ini mampu menampung 700 orang dalam satu kali perjalanan. Ditargetkan, ada 10 ribu penumpang yang terangkut setiap harinya.
"Semakin singkatnya waktu perjalanan, akan membuat perjalanan semakin nyaman. Kereta cepat ini akan melewati 45 stasiun dan bisa ditumpangi dari berbagai stasiun transit," kata pihak perusahaan jasa kereta api di Jerman, Deutsche Bahn.
Turis yang akan datang ke Jerman dan berencana untuk melakukan perjalanan menggunakan kereta sebaiknya meluangkan waktu untuk datang ke stasiun lebih awal, karena Deutsche Bahn berencana untuk menutup pintu kereta lebih awal.
Aturan tersebut sudah mulai berlaku tahun ini. Walau sudah tiba tepat waktu di stasiun, kereta akan menutup pintu 20 detik lebih cepat, sebelum berangkat menuju stasiun berikutnya.
Aturan itu pertama kali diuji coba di stasiun Cologne dan Hanover. Sebelumnya, kereta menutup pintu 10 detik lebih cepat.
Pihak Deutsche Bahn mengklaim, kalau hanya beberapa orang yang ketinggalan kereta saat aturan baru itu diterapkan.

Tapi, bisa dipastikan, kalau sebagian besar orang yang berhasil naik kereta merupakan penduduk Jerman yang memang sudah terbiasa tepat waktu.

UN 2018 Akan Ada Isian Singkat untuk Matematika



Jakarta, Kemendikbud --- Satu hal yang berbeda dari ujian nasional (UN) tahun 2018 adalah adanya soal mata pelajaran matematika yang harus dijawab dengan isian singkat. Kebijakan baru ini diterapkan untuk mengukur kemampuan siswa melalui soal yang menggunakan kemampuan berpikir tingkat tinggi (high order thinking skills).

Hal tersebut dikemukakan Sekretaris Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Kiki Yuliati, saat pembukaan Rapat Koordinasi Training of Trainers (ToT) Sosialisasi Pelaksanaan UN 2018 di Jakarta, Minggu (11/12/2017).

“Dari sisi tujuan penilaiannya sendiri, isian singkat ini untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa,” ujar Kiki.

Ia menegaskan, isian singkat untuk mata pelajaran matematika ini tidak sama dengan esai. Namun, akan ada mekanisme penilaian atau scoring khusus untuk jawaban berupa isian singkat. Saat ini BSNP dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) baru mengembangkan soal UN dengan jawaban isian singkat untuk mata pelajaran matematika. Ke depan, secara bertahap akan dikembangkan pula soal dengan jawaban isian singkat untuk mata pelajaran lain.

“Kita baru mengembangkan matematika untuk skala jumlah peserta UN yang besar ini. Kita lakukan bertahap, dimulai dari matematika,” kata Kiki. Ia menambahkan, jumlah butir soal untuk isian singkat tersebut tidak banyak. “Jadi belum dominan,” tuturnya.

Sejak bulan Agustus 2017, BSNP telah menerbitkan Kisi-Kisi Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2017/2018 yang dapat diunduh di laman https://www.kemdikbud.go.id. Kiki menuturkan, kisi-kisi soal UN dibuat BSNP bekerja sama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud.


Kisi-kisi yang telah diterbitkan itu mencakup untuk semua soal, sehingga bisa dijadikan sebagai soal pilihan ganda maupun isian singkat. “Jadi satu kisi-kisi yang sama, lalu dari kisi-kisi itu kita memilah dan memilih mana yang bisa untuk pilihan ganda, mana yang bisa untuk isian singkat,” katanya.

Minggu, 08 Oktober 2017

Jahiliyah dan Seni Sastra


Berbicara mengenai zaman jahiliyah, dibenak orang akan muncul bayangan yang buruk dan kelam. Kehidupan yang penuh kedzaliman dan ke tidak-adil-an. Peperangan terjadi diantara kelompok dan suku. Penguburan bayi perempuan hidup-hidup karena dianggap sebagai aib keluarga. Diskriminasi terhadap perempuan yang dianggap begitu murah dan tak berharga. Tidak jarang seorang wanita dinikahi laki-laki lalu diceraikan setelah mendapat keuntungan dan kepuasan darinya. Begitu rendahnya martabat seorang wanita. Ini merupakan sebagian bukti kemerosotan moral yang terjadi pada masyarakat Arab jahiliyah.
Namun, segala sesuatu pasti ada kebaikannya. Ungkapan ini juga berlaku bagi kehidupan masyarakat Arab Pra-Islam. Bila ditelisik lebih mendalam ada sisi positif yang dapat diambil dari kehidupan mereka. Salah satu hal yang patut ditiru dari kehidupan masyarakat Arab jahiliyah adalah penghormatan mereka terhadap suatu karya dan ilmu pengetahuan, terutama pada orang-orang yang berilmu.
            Selain itu, masyarakat Arab juga dikenal sangat mahir dalam urusan seni, terlebih lagi syair. Sehingga bukan suatu yang asing lagi bagi mereka dalam urusan bersyair. Namun, tidak semua menguasai syair. Hanya segilintir orang yang mampu membuat syair. Bahkan tidak menutup kemungkinan juga hanya suatu golongan kecil.
            Menjadi seorang penyair merupakan sebuah kebanggan tersendiri bagi setiap kelompok masyarakat Arab. Maka, bukan sesuatu yang spesial lagi ketika seorang penyair menjadi tokoh tetua dan orang yang berpangkat dalam kelompoknya. Hal ini merupakan wujud penghormatan masyarakat arab terhadap seni dan pada orang yang berpengatahuan. Bahkan ada satu kebiasaan yaitu ketika ada seorang yang melantunkan syair dari kelompoknya maka akan diadakan pesta dan jamuan bersama.
            Ini merupakan sekelumit bahwa terdapat sisi positif yang dapat diambil dari kehidupan masyarakat Arab pra-Islam. Sehingga pemikiran yang beranggapan zaman jahiliyah yang kelam dan nista tidak selamanya tertempel pada benak orang. Karenanya ada ungkapan yang berbunyi “segala sesuatu pasti ada kebaikannya”. Dan hal ini merupakan salah satu bukti bahwa tidak selamanya yang buruk itu akan tetap buruk. Pasti di dalamnya terdapat nilai positif yang belum banyak orang ketahui. Sehingga tidak mudah dan gampang pengklaiman terhadap seseorang atau suatu kelompok.
Ternyata ke–jahiliahan masyarakat Arab bukan total mereka dalam keadaan yang buruk. Di sisi lain mereka memiliki tradisi dan nilai yang lebih dalam bidang sastra dan interpretasi pada seseorang yang berpengatahuan. Dan sampai sekarang pun, tidak ada yang mengingkari bahwa syair arab merupakan syair yang terindah di dunia. Unsur kebahasaan yang mereka kuasai sangat dalam. Sehingga menjadikan ciri khas tersendiri bagi karya sastra dalam dunia seni.


Sabtu, 07 Oktober 2017

Belajar dari Kisah Nabi Adam AS.


Sumber: www.nu.or.id

Khutbah I

اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، اَلَّذِى خَلَقَ اْلإِنْسَانَ خَلِيْفَةً فِي اْلأَرْضِ وَالَّذِى جَعَلَ كُلَّ شَيْئٍ إِعْتِبَارًا لِّلْمُتَّقِيْنَ وَجَعَلَ فِى قُلُوْبِ الْمُسْلِمِيْنَ بَهْجَةً وَّسُرُوْرًا. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيْتُ وَهُوَعَلَى كُلِّ شَيْئ ٍقَدِيْرٌ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَنَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ وَأَفْضلِ اْلأَنْبِيَاءِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَاِبه أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ، فَيَاأَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: اقراء باسم ربك الذى خلق خلق الانسان من علق اقراء وربك الأكرم

Jamaah shalat Jumat hadakumullah,

Dalam Al-Qur'an ada kisah yang cukup populer tentang ditunjuknya Nabi Adam sebagai khalifah di muka bumi yang lalu disambut dengan "nada protes" para malaikat karena kahwatir bangsa manusia akan berlaku bejat sebagaimana yagn sudah-sudah.

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat; “Sesungguhnya Aku hendak jadikan seorang khalifah di bumi.” Mereka bertanya: “Apakah Engkau hendak jadikan di bumi orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji-Mu dan mengkuduskan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku tahu apa yang kamu tidak tahu.” (QS al-Baqarah:30)

Setelah itu Allah mengajarkan kepada Nabi Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya. Selanjutnya kemampuan tersebut diperlihatkan kepada para malaikat dengan menguji kapasitas mereka: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kalian mamang benar!"

Malaikat rupanya tak berkutik menjawab tantangan itu. Mereka hanya bisa berkata:

سُبْحَانَكَ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ

"Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."

Ketika tantangan yang sama diberikan kepada Nabi Adam, beliau dengan lancar menyebut nama-nama benda itu. Di sini Nabi Adam menunjukkan keunggulannya dibanding malaikat yang semula "meremehkannya".

Jamaah shalat Jumat hadakumullah,

Kenapa Nabi Adam ‘alaihissalâm bisa menuntaskan tantangan dari Allah, sementara malaikat tidak? Jawabannya karena ilmu. Dalam kisah tersebut Nabi Adam mendapat karunia pengetahuan atau ilmu dari Allah sementara malaikat tidak.

Dengan demikian, di antara unsur pokok yang membuat manusia unggul adalah ilmu. Ilmu hadir lantaran manusia dianugerahi akal. Itulah alasannya mengapa ilmu tidak dimiliki binatang. Tidak heran bila Rasulullah bersabda bahwa mencari ilmu adalah fardhu bagi tiap Muslim laki-laki dan Muslim perempuan.

Atas keunggulan itu pula Nabi Adam mendapat kemuliaan dari Allah: malaikat dan Iblis diperintahkan bersujud menghormatinya. Malaikat patuh dengan instruksi ini, sedangkan Iblis membelot karena dikuasai nafsu kesombongan.

Iblis pun dikutuk sebagai bagian dari kelompok kafir dan calon penghuni neraka selamanya. Dan Nabi Adam bersama sang istri (Hawa) dipersilakan tinggal dalam kenikmatan surgawi.

Jamaah shalat Jumat hadakumullah,

Apakah ilmu saja cukup? Ternyata tidak.

Nabi Adam ternyata tak selalu di "posisi atas". Dalam kisah selanjutnya Nabi Adam tampak tidak kuat menahan godaan setan sehingga ia bersama Hawa dikeluarkan dari berbagai kenikmatan itu.

Kata Allah:

اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ وَلَكُمْ فِي الْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَىٰ حِينٍ

"Turunlah kalian! Sebagian kalian menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kalian ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan". (QS al-Baqarah: 36)

Nabi Adam dan Hawa pun tinggal di bumi. Tak seperti sebelumnya, mereka berdua kini tinggal di bumi yang tidak sempurna, mengandung kesenangan sementara, dan sarat hawa permusuhan antarsesama. Dalam konteks ini, kekhawatiran malaikat bahwa manusia akan membuat kerusakan di dunia dan saling menumpahkan darah, menjadi bermakna.

Setelah peristiwa pernjerumusan oleh setan itu Nabi Adam menerima petunjuk (kalimât) dari Allah, lalu melakukan pertobatan.

فَتَلَقَّىٰ آدَمُ مِنْ رَبِّهِ كَلِمَاتٍ فَتَابَ عَلَيْهِ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

"Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (QS al-Baqarah: 37)

Jalaluddin as-Suyuthi dalam kitab ad-Durul Mantsûr fît Tafsîril Ma’tsûr berdasarkan riwayat dari ath-Thabrani dalam al-Ausath memaparkan, ketika Nabi Adam diusir ke bumi, ia mendatangi Ka'bah lalu shalat dua rakaat. Allah pun memberika ilham doa berikut ini:

اللّهُمّ إِنّكَ تَعْلَمُ سِرِّيْ وَعَلَانِيَتِيْ فَاقْبَلْ مَعْذِرَتِيْ وَتَعْلَمُ حَاجَتِيْ فَأَعْطِنِيْ سُؤَلِيْ وَتَعْلَمُ مَا فِيْ نَفْسِيْ فَاغْفِرْلِيْ ذَنْبِيْ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ إِيْمَانًا يُبَاشِرُ قَلْبِيْ وَيَقِيْنًا صَادِقًا حَتَّى أَعْلَمُ أَنَّهُ لَا يُصِيْبُنِيْ إِلَّا مَا كَتَبْتَ لِي وَأَرْضِنِيْ بِمَا قَسَّمْتَ لِي

“Ya Allah, sungguh Engkau tahu apa yang tersembunyi dan tampak dariku, karena itu terimalah penyesalanku. Engkau tahu kebutuhanku, maka kabulkanlah permintaanku. Engkau tahu apa yang ada dalam diriku, maka ampunilah dosaku. Ya Allah sungguh aku memohon kepada-Mu iman yang menyentuh kalbuku dan keyakinan yang benar sehingga aku tahu bahwa tidak akan menimpaku kecuali telah Engkau tetapkan atasku. Ya Allah berikanlah rasa rela terhadap apa yang Engkau bagi untuk diriku.”

Allah kemudian menjawab doa Nabi Adam:

“Hai Adam, Aku telah terima taubatmu dan telah Aku ampuni dosamu. Tidak ada seorang pun di antara keturunanmu yang berdoa dengan doa sepertimu kecuali Aku ampuni dosa-dosanya, Aku angkat kesedihan dan kesulitannya, Aku cabut kefakiran dari dirinya, Aku niagakan dia melebihi perniagaan semua saudagar, Aku tundukkan dunia di hadapannya meskipun dia tidak menghendakinya.”

Jamaah shalat Jumat hadakumullah,

Apa yang bisa kita petik dari peristiwa terakhir ini? Di luar ilmu pengetahuan, manusia membutuhkan petunjuk Allah, ilham atau agama. Benar bahwa ilmu itu penting dan menjadi pembeda antara makhluk yang bernama manusia dan makhluk yang bernama binatang. Tapi, agama jauh lebih penting karena ia menjadi jalan bagi setiap orang untuk berada di fitrah ketuhanan.

Dengan ilmu saja manusia masih bisa tersesat. Bukankah peperangan yang mengorbankan jutaan nyawa manusia, kesewenang-wenangan kekuasaan, korupsi uang rakyat, perusakan alam, atau sejenisnya justru berlangsung dan dikendalikan dengan ilmu? Bukankah banyak pula kecanggihan teknologi sebagai produk kemajuan ilmu pengetahuan melahirkan senjata pembunuh, mesin pengerusak, atau perangkat pemuas keserakahan manusia?

Itulah sisi gelap ilmu pengetahuan, dan agama yang memuat nilai-nilai luhur akan meneranginya. Agama memberikan garis yang jelas tak hanya tentang bagaimana menghamba kepada Allah. Tapi juga manusia memuliakan manusia lainnya dan memuliakan alam sekitarnya. Ilmu pengetahuan tentu bisa sangat bermanfaat, tapi godaan nafsu, ego, keakuan, yang dimiliki manusia bisa melencengkannya ke arah hal-hal yang nista.

Kekhalifahan manusia dengan demikian dibentuk oleh dua unsur pokok, yakni ilmu dan agama atau wahyu.

Semoga kita semua dijaga oleh Allah subhânahu wata‘âlâ dari kesesatan berpikir dan tindakan melalui cahaya hidayah-Nya yang luas. Wallahu a'lam bish-shawab.


Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ


اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Tebuireng Berduka, Cucu Hadratussyekh Gus Cecep Wafat


Jombang - Pesantren Tebuireng Jombang hari ini berduka. Salah seorang putra terbaik, yakni KH Muhammad Natsir Karim atau biasa disapa Gus Cecep meninggal dunia. Innalillahi wainna ilahi rajiun.

Kepastian kabar ini disampaikan KH Fahmi Amrullah Hadzik kepada NU Online tadi pagi. "Ya, Gus Cecep meninggal setelah shalat Shubuh. Kami sangat berduka," kata Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Putri ini, Sabtu (7/10).

Menurut Gus Fahmi, sebenarnya almarhum mengidap sejumlah penyakit. "Sebelumnya terserang diabet dan juga sakit jantung," katanya.

Dalam rangka berobat dari berbagai keluhan sakit yang diderita, Gus Cecep melakukan perjalanan ke Pasuruan. "Sekitar jam 3 dini hari sebelum Shubuh sudah berada di kediaman, dilanjut istirahat, serta kemudian meninggal," katanya.

Dalam pandangannya, Gus Cecep termasuk sosok kiai yang kaya humor. "Di banyak kesempatan, kami sering bertukar humor dan guyonan dengannya," ujarnya.

Kelebihan lain dari Gus Cecep adalah memiliki jamaah zikir Hizbul Falah. Itu termasuk rangkaian wirid yang dipercaya sebagai amalan dari Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari. "Bersama para jamaahnya, Gus Cecep mengamalkan wirid Hizbul Falah tersebut," terang Gus Fahmi.

Menurut rencana, almarhum yang merupakan putra dari Pengasuh Pesantren Tebuireng era 1950-1951, KH Abdul Karim Hasyim ini akan dimakamkan di pesarean keluarga besar Tebuireng. "Karena Gus Cecep adalah cucu dari hadratussyekh maka berhak dimakamkan di makam keluarga," ujarnya.

Jenazah akan dishalatkan di Masjid Tebuireng usai Zhuhur dan dimakamkan di maqbarah masyayikh Tebuireng pada pukul 14.00 WIB berdampingan dengan keluarga dan masyayikh Tebuireng lainnya.

Setiap harinya, Gus Cecep adalah Pengasuh Pesantren Al-Karimiyah Tebuireng yang berada di Jalan Irian Jaya 313 Dusun Tebuireng Gang III RW 8, Cukir, Diwek, Jombang atau tepatnya di sebelah utara Pesantren Tebuireng.

Gus Cecep merupakan anak ke-4 dari 4 bersaudara, yaitu Nyai Hj Lilik Nailufari, H M Hasyim Karim (Gus Aying), Nyai Hj Cicik Nafiqoh, dan KH Muhammad  Natsir (Gus Cecep).

Ia meninggalkan istri, Nyai Hj Rina Syamsudi, dua putra dan satu putri, serta para santri dan yayasan pesantren yang didirikan sendiri. (NU Online)


Tim Redaksi Buletin Santri Nurul Ulum. Diberdayakan oleh Blogger.